Jokowi Bandingkan Kualitas Udara IKN dengan Singapura, Dokter Tifa Sindir Keras: Tolol dan Kurang Waras

fin.co.id - 06/06/2024, 08:31 WIB

Jokowi Bandingkan Kualitas Udara IKN dengan Singapura, Dokter Tifa Sindir Keras: Tolol dan Kurang Waras

Dokter Tifa (x)

FIN.CO.ID- Dokter ahli nutrisi dan gizi DKI Jakarta, Tifazuia Tyassuma atau dokter Tifa merespon pernyataan Presiden Jokowi yang membandingkan kualitas udara Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan dengan sejumlah kota besar di dunia seperti Singapura, Melbourne hingga Paris.

Menurut dokter Tifa, kualitas udara di IKN tidak bisa dibandingkan dengan kota-kota besar dunia yang sudah bepenghuni. Sebab IKN saat ini belum bisa dikatakan sebuah kota. IKN masih dikelilingi hutan belantara dan belum berpenghuni.

"Cuma orang tolol atau kurang waras yang membandingkan Kualitas Udara kota-kota padat penduduk dengan "kota" di tengah hutan yg belum ada penghuninya," sindir Dokter Tifa di akun X miliknya. 

Jokowi Bandingkan Udara IKN dengan Singapura, Dokter Tifa Sindir Keras: Tolol dan Kurang Waras

Dokter Tifa memang dikenal keras mengkritik kebijakan Presiden Jokowi melalui platform media social

Pada cuitan lain, dirinya juga menyindir mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengatakan bahwa dua bulan lagi IKN sudah seperti Jakarta.

"Dokter yang paling dicari saat ini adalah Psikiater" tulis Dokter Tifa.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membandingkan indeks kualitas Udara IKN dengan Kota Melbourne, Australia dan Kota Paris, Prancis

"Tadi pagi, saya membandingkan indeks kualitas udara di Jakarta, Singapura, Melbourne, Paris, dan di Nusantara," ujar Presiden Jokowi, Rabu 5 Juni 2024. 

Presiden Jokowi mengatakan indeks kualitas udara di Melbourne dan Paris, masing-masing berada pada angka 38 dari standar udara yang baik pada rentang 0-50. Sementara indikator kualitas udara di Singapura berada pada angka 44.

"Di Ibu Kota Nusantara, belum diukur. Tetapi saya meyakini, pasti di sekitar 20-an," jelas Presiden Jokowi. Ia juga membandingkan kualitas udara di Jakarta pada kurun waktu yang sama, mencapai 176.

"Di Jakarta jauh sekali dari standar itu. Saya kira bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di Bodetabek," terang Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyebut, IKN sebagai konsep kota masa depan perlu ditopang dengan pemenuhan kualitas udara yang baik, salah satunya melalui operasional kendaraan bertenaga listrik.

Ia kembali meyakini bahwa indeks kualitas udara IKN mampu ditekan hingga nol, manakala kendaraan konvensional penyumbang polusi di wilayah setempat tidak diperbolehkan beroperasi.

"Apalagi nanti, yang diperbolehkan hanya electric vehicle, akan nol, karena penggunaan energi di sini yang diperbolehkan energi hijau. Inilah konsep Ibu Kota Nusantara ke depan," ujar Presiden Jokowi. (*)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID