Kesehatan

Mengenal Penggunaan Steroid: Manfaat, Efek Samping, dan Risiko

fin.co.id - 10/03/2024, 21:25 WIB

Mengenal Penggunaan Steroid: Manfaat, Efek Samping, dan Risiko

Bahaya Penggunaan Steroid: Manfaat, Efek Samping, dan Risiko

FIN.CO.IDSteroid adalah obat yang sering disalahgunakan karena kecanduan kondisi fisik dan estetik. Namun, penggunaan steroid tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga bahaya efek samping, dan risiko terhadap kesehatan.

Manfaat Steroid

Steroid merupakan obat yang mempunyai aktivitas anti-peradangan dan dapat menekan sistem imunitas tubuh. Diproduksi oleh kelenjar anak ginjal, steroid dapat dibagi menjadi jenis alami dan sintetis.

Obat-obatan sintetis yang mengandung steroid umumnya dikenal dengan akhiran son atau solon, seperti deksametason, metilprednisolon, prednison, betametason, hidrokortison, triamsinolon, fluosinolon asetonid, maupun golongan lain seperti klobetasol propionat. Steroid dapat mengurangi reaksi peradangan yang menjadi dasar dari hampir seluruh proses penyakit, sehingga dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit

BACA JUGA:

Efek Samping dan Risiko

Tetapi, penggunaan steroid jangka panjang juga dapat menimbulkan berbagai risiko pada kondisi psikologis dan dampak pada kesehatan. Efek samping steroid yang jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, osteoporosis dan patah tulang, tingkatkan gula darah, menyebabkan masalah perut, dan meningkatkan risiko masalah ingatan, terutama pada lansia.

Steroid oral dan tetes keduanya dapat menyebabkan katarak dan glaukoma jika digunakan jangka panjang, yaitu sekitar satu tahun. Tanda-tanda awal kondisi ini dapat dimulai dalam 3-6 minggu penggunaan.

Pemakaian steroid jangka panjang juga bisa menyebabkan tukak lambung, yang lebih rentan menimpa mereka yang mengonsumsi steroid oral dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Kortikosteroid juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan memengaruhi tidur dengan mengubah kadar melatonin

Bahaya Penggunaan Steroid Anabolik

Steroid anabolik atau yang paling sering dikenal sebagai "steroid fitness" adalah produk turunan dari hormon seks pria, yaitu testosteron. Penggunaan steroid anabolik ini sudah mendunia.

Data mencatat bahwa sekitar 1–5% orang menggunakan steroid anabolik sebagai doping untuk meningkatkan performa saat latihan beban serta meningkatkan massa otot.

Penggunaan steroid anabolik bisa mengecilkan ukuran testis akibat naiknya kadar testosteron eksogen (yang didapat di luar tubuh). Dengan naiknya kadar testosteron eksogen ini, produksi alami testosteron tubuh akan berkurang dan menyebabkan testis menjadi lebih kecil serta kurang aktif.

Steroid anabolik memiliki banyak efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, sebaiknya steroid anabolik tidak disalahgunakan, karena dapat menyebabkan efek candu bagi penggunanya

Mega Oktaviana
Penulis
-->