Kesehatan

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan Memahami apa itu Kesehatan Mental

fin.co.id - 18/02/2024, 16:37 WIB

Ilustrasi kesehatan mental

fin.co.id – Banyak dari masyarakat yang kurang memahami apa arti dari kesehatan. Sebagian masyarakat mungkin sudah memahami dan menjaga kesehatan mentalnya, tapi sebagian masyarkat masih kurangnya informasi dan masih banyak masyarakat menilai dirinya terkena gangguan kesehatan mental.

“Kesehatan mental merupakan kondisi dimana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensinya sendiri, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya,” dilansir dari Kementerian Kesehatan, Kamis 17 Februari 2024. 

Masalah kesehatan mental telah mempengaruhi anak – anak, dan remaja. Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang.

Peristawa – peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stress berat jangka panjang.

BACA JUGA: Cara Cepat Sembuhkan Sariawan, Ampuh dan Alami!

“Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri,” dilansir dari Halodoc.

Anak – anak dan remaja sangat membutuhkan kesehatan mental yang baik untuk berkembang dengan cara yang sehat, membangun hubungan sosial yang kuat, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadapi tentang hidup.

Menurut data survei Global Health Data Exchange 2017, ada 27,3 juta orang di Indonesia mengalami masalah kesehataan kejiwaan. Artinya, satu dari sepuluh orang di negara ini mengidap gangguan kesehatan jiwa.

Untuk data kesehatan mental remaja di Indonesia sendiri pada 2018, terdapat sebanyak 9,8% merupakan prevalensi gangguan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan untuk remaja berumur > 15 tahun, meningkat dibandingkan pada 2013, hanya 6% untuk prevalensi gangguan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan untuk remaja berumur > 15 tahun. Sedangkan untuk prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia pada 2013 mencapai 1,2 per seribu orang penduduk.

Penyebab Gangguan Kesehatan Mental:

  • Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya.
  • Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak.
  • Mengalami diskriminasi dan stigma.
  • Stres berat yang dialami dalam waktu yang lama.
  • Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.
  • Trauma signifikan, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau kejahatan dan yang pernah dialami.

Gejala Gangguan Kesehatan Mental:

  • Delusi, paranoia, atau halusinasi.
  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
  • Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
  • Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.
  • Merasa bingung, pelupa, marah, tersinggung, cemas, kesal, khawatir, dan takut yang tidak biasa.
  • Merasa sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan.
  • Rasa lelah yang signifikan, energi menurun, atau mengalami masalah tidur.
  • Tidak mampu memahami situasi dan orang-orang.

Jika kerabat atau anda sendiri mengalami gejala gangguan mental yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter atau spesialis jiwa atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dan tidak disarankan untuk menilai diri sendiri atau kerabat anda yang terkena gangguan mental. (Dimas Rafi)

 

Khanif Lutfi
Penulis
-->