Kesehatan

Ternyata Ini yang Membuat Seseorang Sulit Berhenti dari Judi Online

fin.co.id - 07/09/2023, 20:28 WIB

Ternyata Ini yang Membuat Seseorang Sulit Berhenti dari Judi Online

Tampilan layar salah satu slot judi online yang tampil di YouTube DPR RI

Kecanduan Judi Online -  Banyak yang bertanya kenapa seorang penjudi termasuk penjudi online yang telah kecanduan sulit untuk berhenti. 

Dokter spesialis kesehatan jiwa dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, Sp.KJ(K), MPH, mengatakan, penyebab seorang penjudi susah menghentikan keinginan berjudi termasuk judi online karena terjadi disregulasi di bagian otak.

Bagian otak yang terdampak kebiasan berjudi termasuk judi online adalah ventromedial prefrontal cortex (vmPFC) dan orbitofrontal cortex (OFC).

VmPFC terlibat dalam berbagai fungsi sosial, kognitif, dan afektif, sementara OFC bertanggung jawab dalam proses kognitif pengambilan keputusan sehingga dampaknya bukan hanya seseorang tidak bisa menghentikan impuls berjudi tetapi juga mengalami masalah dalam fungsi kognitif lainnnya.

"Dia tidak bisa mengatur waktu, sudah berapa lama tidak tidur, tidak mampu berpikir secara jernih karena fungsi kognitifnya terganggu. Lalu tidak mampu merencanakan sesuatu dengan baik," ujar Adhi. 

Ia mengatakan, organ otak memiliki sistem reward (imbalan) yang memudahkan orang merasa nyaman dan semangat saat berjudi.

BACA JUGA:

"Reward system yang ada di otak saat seseorang yang menggunakan narkoba, dia akan merasa senang sekali, jalur yang sama dengan pada adiksi perilaku seperti judi," kata Adhi.

Selain itu, saat ini ada ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang berjudi termasuk judi online, salah satunya kemudahan akses. 

Dulu, seseorang harus mengunjungi kasino untuk berjudi atau membeli lotre.

Namun, saat ini dengan kemudahan teknologi, dia hanya perlu mengandalkan gawai atau judi online.

Selain itu, situasi ekonomi yang menurut sebagian orang sulit, juga dapat menjadi penyebab seseorang bermain judi online. 

Sebagian orang ingin cepat kaya dengan cara instan dengan bermain judi online.

Adhi, merujuk pengalaman dia dan rekan-rekan sejawatnya saat praktik, menuturkan judi online sudah merasuk ke semua kalangan baik menengah atas maupun bawah.

"Memang mulai dari kalangan atas sampai menengah bawah terdampak mengenai ekonomi. Orang ingin cepat kaya dengan cara cepat. Gambling (judi) itu dengan Rp200 ribu taruhannya hanya Rp200," tutur Adhi.

Admin
Penulis
-->