Internasional

Banjir Hebat di Pakistan, Ribuan Nyawa Melayang, Wabah Penyakit Mengancam

fin.co.id - 2022-09-02 23:45:00 WIB

Banjir, Ilustrasi oleh Hermann Traub dari Pixabay

!-- [if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-ID X-NONE X-NONE !-- [if gte mso 10]>

ISLAMABAD, FIN.CO.ID - Angkatan bersenjata Pakistan selamatkan sekitar dua ribu orang yang terdampar akibat banjir hebat di negara itu.

Seperti dilaporkan Reuters, telah terjadi peningkatan volume air banjir pada haru Jumat ini.

Akibatnya, Pakistan kini harus berurusan dengan masalah banjir. Kondisi ini menurut ahli, disebabkan oleh perubahan iklim.

Kini, sekitar sepertiga wilayah di Pakistan dilaporkan dikepung oleh banjir.

Bencana alam ini disebut ada kaitannya dengan h ujan monsun dan gletser yang mencair di pegunungan utara Pakistan.

Akibat banjir hebat ini, setidaknya 1.208 orang harus kehilangan nyawanya. Termasuk di dalamnya 416 anak-anak, sebagaimana diungkap Otoritas Manajemen Bencana Nasional (NDMA).

Untuk mengatasi kondisi ini, PBB disebut telah meminta bantuan sejumlah 1 60 juta dolar AS, atau setara dengan 2,4 triliun dalam rupiah.

Bencana besar ini disebut yang pertama kali menimpa negara yang terletak di Selatan Asia itu.

Informasi lainnya yang beredar adalah bahwa Angkatan Laut Pakistan, telah disebar ke pedalaman negara tersebut, untuk memberikan bantuan ke beberapa daerah.

Sementara itu menurut Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperingatkan bahwa lebih banyak anak bisa meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh banjir.

"Sekarang ada risiko tinggi penyakit mematikan yang ditularkan melalui air dan menyebar dengan cepat, diare, kolera, demam berdarah, malaria," kata Perwakilan UNICEF Pakistan Abdullah Fadil dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat.

"Oleh karena itu, ada risiko lebih banyak kematian pada anak," ujar dia, menambahkan.

Di Distrik Dadu di Sindh, salah satu provinsi yang paling parah terdampak banjir, beberapa desa terendam air setinggi 3,35 meter, kata warga setempat bernama Bashir Khan.

"Rumah saya terendam air, saya telah meninggalkan tempat tinggal saya empat hari lalu bersama keluarga saya," kata dia kepada Reuters, via ANTARA.

Admin
Penulis