Internasional

Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Bawa Misi Perdamaian, Presiden: Perang Harus Dihentikan

fin.co.id - 26/06/2022, 10:23 WIB

RI jadi Presidensi G20 (Instagram @Jokowi)

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia hari ini, Minggu 26 Juni 2022 menjadi sorotan masyarakat Indonesia dan juga dunia. 

Jokowi mengatakan, kunjungannya ke Ukraina dalam membawa misi perdamaian.

(BACA JUGA: Pasukan Rusia Menang Telak, Tentara Ukraina Mundur, Ratusan Warga Terperangkap Dalam Pabrik Kimia)

Ia juga akan bertemu Presiden Ukraina Zelensky untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian dan untuk membangun perdamaian. 

"Perang harus dihentikan dan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," kata Jokowi, Minggu 26 Juni 2022.

Selanjutnya, setelah bertemu Presiden Ukraina Zelensky, Jokowi akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Jokowi juga akan membuka ruang dialog untuk meminta gencatan senjata agar perang kedua negara antara Rusia dan Ukraina segera dihentikan. 

(BACA JUGA: Kinerja Jokowi Dinilai Baik, Kobar: Gerakan Tiga Periode Layak Diperjuangkan)

Selama kunjungan ke Ukraina dan Rusia, Jokowi akan menitipkan kepemimpinan Indonesia kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

"Selama saya di luar negeri, pemerintahan akan dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bakal membawa senapan laras panjang saat mengawal kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina akhir Juni 2022.

"Kami sudah menyiapkan helm, rompi untuk kegiatan di sana. Kami sudah siapkan semuanya. Untuk senjata, yang biasanya kami tidak menggunakan senjata laras panjang, dari pihak Ukraina sudah memberi kami keleluasaan untuk membawa laras panjang," kata Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo saat dihubungi, Kamis, 23 Juni 2022.

Pelindung kepala dan rompi antipeluru akan dikenakan Jokowi dan delegasi selama berada di Kiev.

(BACA JUGA: Jokowi Presiden Pertama di Asia ke Rusia-Ukraina, Pengamat Bilang Begini... )

Sedangkan jumlah senjata laras panjang yang dibawa disesuaikan dengan jumlah personel Paspampres yang mendampingi Presiden ke lokasi, yang terdiri dari 10 personel tim penyelamatan, 19 personel grup utama, serta 10 personel tim pendahulu yang direncanakan berangkat ke Kiev lebih dulu pada Kamis hari ini.

Admin
Penulis
-->