Internasional

Wanita Ukraina Ini Lahirkan Putrinya tanpa Dokter, Listrik dan Air, Suaminya Nangis Tersedu-sedu

fin.co.id - 16/03/2022, 12:35 WIB

Bayi dan Ayah, Ilustrasi oleholeh StockSnap dari Pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID - Seorang bayi kembali lahir dalam situasi perang di Ukraina, di sebuah kota tidak jauh dari Kyiv. Anna Tymchenko, harus melahirkan buah hatinya, di tengah-tengah serangan pasukan Rusia.

Tanpa listrik, tanpa air dan tanpa bantuan dokter, Anna Tymchenko ditemani sang suami, berhasil mendatangkan putri mereka ke dunia ini.

Juga bersama sanak familinya dan bantuan tetangga, Anna Tymchenko berjuang melahirkan bayi perempuannya dalam cuaca dingin yang menusuk tulang.

(BACA JUGA: Presiden Ukraina: Perundingan Damai Mulai Terdengar Realistis)

Dalam ruangan yang tanpa penghangat dan hanya diterangi cahaya lilin, wanita 21 tahun itu melahirkan sang putri, Alisa.

"Saya tidak pernah menyangka akan melahirkan dalam kondisi yang seperti ini," kata Anna Tymchenko seperti kutip FIN dari BBC.

"Kelahiran ini adalah yang pertama untuk saya, dan saya tidak punya pengalaman apa-apa," sambungnya.

Ia juga mengungkapkan jika dirinya sempat menelpon seorang dokter kandungan, yang setuju membantunya.

Namun sayang, untuk alasan yang tidak diketahui, dokter tersebut tidak pernah muncul.

Untungnya, ada Irina Yazona, salah satu tetangga Anna yang memiliki pengalaman medis.

"Ketika kepala bayinya keluar, kami ketakutan," kata Viktoria, salah satu tetangga Anna. "kulitnya terlihat biru dan kami tidak tau haru berbuat apa".

Namun setelah kepalanya dibalikan Irina, bayi itu keluar dengan selamat. Mereka bahkan harus memukul Alisa, ketika ia keluar tanpa tangisan. Saking senangnya, Volodymyr suami Anna menangis tersedu-sedu dalam kegembiraan. Alisa lahir tanggal 8 Maret, bertepatan dengan Hari Wanita Internasional.

Kejadian Serupa di Mariupol

Namanya Mariana Vishegirskaya, ibu hamil yang sempat tertangkap kamera keluar dengan beberapa luka di wajahnya.

Ia merupakan salah satu korban selamat, serangan udara Rusia di sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol.

Admin
Penulis
-->