News

Faktor Cuaca Ekstrim Bikin Harga Kedelai Berjangka Melejit

    JAKARTA - Kedelai berjangka Chicago ditutup menguat, Rabu, setelah diperdagangkan di kedua sisi dan mencapai level tertinggi dalam hampir lima bulan, terimbas kondisi cuaca ekstrem di Amerika Selatan yang mengakibatkan penurunan hasil panen. Komoditas jagung juga melemah setelah mencatat reli yang didorong risiko cuaca Amerika Selatan, sementara gandum mengikuti. [caption id="" align="alignnone" width="1012"] Trend pergerakan harga kedelai Internasional di pasar CBOT (TradingView)[/caption] Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) bertambah USD5 menjadi USD1.394,75 per bushel dan sempat menyentuh USD1.399, level tertinggi sejak 20 Juli, demikian mengutip laporan  Reuters,  di Chicago, Rabu 5 Januari 2022 atau Kamis 6 Januari 2022 pagi WIB. Jagung kehilangan USD7,25 menjadi USD602,25 per bushel dan gandum CBOT merosot USD9,25 menjadi USD760,75 per bushel. [caption id="" align="alignnone" width="1012"] Grafis pergerakan harga jagung internasional di pasar CBOT. Harga untuk kontrak Maret 2022 sudah menembus angka USD602,25 per bushel (TradingView)[/caption] "Sedikit koreksi jual dan mungkin beberapa aksi jual pertanian," kata Jack Scoville, analis The Price Futures Group. "Kita mendapati reli yang mengejutkan kemarin (Selasa)." [caption id="" align="alignnone" width="1012"] Grafis trend pergerakan harga gandum berjangka di pasar CBOT (TradingView)[/caption] BACA JUGA: Kebijakan PPnBM Kerek Angka Penjualan Mobil Reli Harga Minyak Dunia Berlanjut, Brent di Angka USD 80,80 Per Barel, WTI Lebih Rendah Musim kemarau yang panas di Argentina dan Brasil selatan mengalihkan perhatian kembali ke potensi penurunan hasil panen untuk tanaman kedelai dan jagung di negara-negara eksportir utama tersebut. Cuaca di Argentina berubah secara drastis sejak pertengahan Desember, dengan kekeringan mengancam tanaman jagung saat memasuki tahap perkembangan yang kritis, kata analis. Sementara itu, curah hujan yang berlebihan di Brasil Utara menghambat panen awal dan mengancam menurunkan kualitas tanaman. "Produksi kacang terganggu oleh semua kelembapan tersebut," kata Dan Smith, Manajer Risiko Top Third Ag Marketing. "Ini adalah kacang-kacangan yang harus mereka potong sekarang dan dipanen. Mereka tidak bisa mendapatkannya saat ini, karena terlalu basah." Prospek pasokan Amerika Selatan akan menjadi fokus untuk pasar biji-bijian dalam laporan tanaman dunia bulanan dari Departemen Pertanian Amerika ( USDA ) yang akan dirilis pada 12 Januari. BACA JUGA: Emas Tergelincir Pasca Imbal Hasil US Treasury Melonjak Akselerasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Rupiah Tertekan Ekspor kedelai Brasil diperkirakan mencapai 3,375 juta ton pada Januari, sementara ekspor jagung kemungkinan menyentuh 2,59 juta ton, menurut asosiasi pertanian ANEC. Harga gandum mendapat dukungan dari jagung, sementara juga didukung oleh memburuknya kondisi panen di beberapa bagian Dataran Amerika. Namun, panen yang melimpah di Argentina dan Australia meredam kekhawatiran pasokan gandum global. (git/fin)

Berita Terkait