Harga Emas Menuju Penurunan Minggu Keempat, Investor Tunggu Kepastian Data Inflasi AS
JAKARTA - Harga emas berada di jalur untuk mencatat penurunan mingguan keempat berturut-turut, Jumat, imbas peningkatan kekhawatiran para investor menjelang data inflasi Amerika yang dapat mendorong Federal Reserve untuk mengurangi pembelian obligasi pada laju yang lebih cepat.
Harga emas di pasar spot stagnan di USD1.774,39 per ounce pada pukul 13.13 WIB, demikian mengutip laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (10/12/2021). Sementara, emas berjangka Amerika Serikat stabil di posisi USD1.776,60 per ounce.
Harga emas melemah 0,5 persen sejauh pekan ini karena investor berhati-hati sebelum laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika, yang akan dirilis pada pukul 20.30 WIB, dan pertemuan kebijakan The Fed minggu depan.
[caption id="" align="alignnone" width="1012"] Trend Harga Emas Dunia (TradingView)[/caption]
"Emas mempertahankan ujung bawah kisaran USD1.770-1.810 karena investor khawatir tentang poros The Fed yang hawkish, tetapi masih ada ketidakpastian seputar varian Omicron, yang dapat menunda siklus kenaikan suku bunga, untuk mendukung emas," kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management.
"Pasar sudah memperhitungkan tiga kenaikan suku bunga untuk 2022, jadi standar untuk kejutan hawkish cukup tinggi dan itulah sebabnya investor emas jangka panjang tidak begitu khawatir tentang tapering, meski itu bisa membebani logam kuning dalam jangka pendek."
BACA JUGA: Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Flat
Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Harga emas di pasar spot dapat menguji ulang level resistance di USD1.789 per ounce, penembusan di atas itu dapat menyebabkan kenaikan menuju USD1.805, menurut analis teknikal Reuters , Wang Tao.
Investor juga memperhitungkan klaim pengangguran AS yang turun ke level terendah dalam lebih dari 52 tahun, pekan lalu, karena kondisi pasar tenaga kerja terus mengetat di tengah kekurangan jumlah buruh yang akut.
Harga perak di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD21,89 per ounce dan menuju penurunan mingguan keempat berturut-turut.
Platinum menguat 0,5 persen menjadi USD938,95 per ounce dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan. Sedangkan paladium melemah 0,6 persen menjadi USD1.801,86 per ounce. (git/fin)