JAKARTA - Harga bitcoin, ethereum dan kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) lainnya terpantau masih diperdagangkan cenderung melemah pada Senin (6/12/2021) pagi waktu Indonesia, meskipun beberapa kripto mulai kembali menguat tipis-tipis. Berdasarkan coinmarketcap.com, bitcoin (BTC) juga melemah 0,06 persen ke USD48.953 per koin. Kemudian, binance coin (BNB) minus 2,2 persen ke USD548,12 per koin dan solana (SOL) jatuh 0,88 persen ke USD193,29 per koin. Begitu pula dengan cardano (ADA) melemah 0,72 persen ke USD1,37 per koin, ripple (XRP) terkontraksi 3,13 persen ke USD0,8 per koin, dan dogecoin (DOGE) minus 0,9 persen ke USD0,17 per koin. Tak ketinggalan, Shiba Inu (SHIB) dan binance USD (BUSD) juga berada di zona merah, masing-masing melemah 0,92 persen ke USD0,00003 per koin dan minus 0,08 persen ke USD0,99 per koin. Kendati begitu, beberapa kripto lainnya berhasill unjuk gigi di zona hijau. Ethereum (ETH) misalnya menguat 1,39 persen ke USD4.157 per koin. Lalu, tether (USDT) naik tipis 0,04 persen ke USD1 per koin. Kemudian, USD coin (USDC) menguat 0,02 persen ke USD0,99 per koin dan polygon (MATIC) melejit 2 persen ke USD1,96 per koin. BACA JUGA: Varian Omicron dan Data Inflasi AS Bikin Rupiah Melemah Hari Ini Forbes melaporkan, akibat kemerosotan tersebut, kapitalisasi pasar kripto menguap sekitar USD 300 miliar atau lebih dari Rp 4.300 triliun (kurs Rp 14.400/USD) hanya dalam tempo dua hari saja. Banyak yang memprediksi kebijakan The Fed tersebut akan membuat Bitcoin dan aset kripto lainnya rontok hingga tahun depan. Chief Technology Officer, Aji M Iqbal, mengatakan The Fed sedang melakukan tapering. Hal tersebut akan memicu koreksi di aset berisiko dan Bitcoin termasuk di dalamnya. "Semakin cepat The Fed melakukan tapering, maka kita akan melihat volatilitas yang tinggi di pasar saham dan obligasi, dan tentu saja bitcoin," kata Iqbal dalam rilisnya, Senin (6/12/2021) sore. Hal senada juga dikatakan Mike Novogratz, triliuner investor kripto dan CEO Galaxy Digital. Ia mengatakan kebijakan The Fed bisa membuat pasar kripto runtuh di 2022. "Orang-orang kini menjadi bearish terhadap bitcoin dan mata uang kripto lainnya setelah penguatan tajam. Dalam satu tahun terakhir, bitcoin melesat nyaris 200 persen, ethereum 600 persen belum lagi yang lainnya juga naik ratusan persen," kata Novogratz. Dalam perdagangan hari ini, secara teknikal Ethereum di platform Litedex protocol diperdagangkan masih akan melemah pada kisaran harga USD48.076,30 hingga USD49.309.35. Sedangkan untuk perdagangan besok, Etherium kemungkinan masih akan terkoreksi mendekati USD48.076,30. (git/fin)
Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara
TERKINI
Terpopuler
1
Hasil Prancis vs Irak: Mbappe Cetak Brace, Les Bleus Menang 3-0 di Laga Grup I Piala Dunia 2026
1 hari lalu
2
Piala Dunia 2026: Hasil Inggris vs Ghana Imbang Tanpa Gol, Klasemen Grup L Memanas
17 jam lalu
3
Prediksi Skor Portugal vs Uzbekistan: Ronaldo di Bawah Bayang-Bayang Messi, Selecao Dituntut Sempurna
1 hari lalu
4
Prediksi Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Misi Singa Atlas Berburu Tiket 32 Besar
8 jam lalu
5
Prediksi Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026: The Three Lions Lebih Diunggulkan!
1 hari lalu