Iklan
Iklan
News

Minat Terhadap Aset Berisiko Turun Imbas Varian Omicron, Emas Makin Berkilau

    JAKARTA - Harga emas naik, Senin, imbas meningkatnya kekhawatiran atas dampak varian Omicron virus corona yang mungkin resistan terhadap vaksin, hingga membuat ketertarikan investor terhadap aset berisiko menurun, dan mendukung daya tarik safe-haven yaitu emas. Harga emas di pasar spot menguat 0,1 persen menjadi USD1.793,72 per ounce pada pukul 09.01 WIB, demikian mengutip laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (29/11/2021). Sementara, emas berjangka Amerika Serikat bertambah 0,4 persen menjadi USD1.793,2 per ounce. Varian Omicron menyebar ke seluruh dunia, Minggu, dengan kasus baru ditemukan di Belanda, Denmark dan Australia bahkan ketika lebih banyak negara memberlakukan pembatasan perjalanan untuk mencoba menutup diri. Zona euro lebih siap untuk menghadapi dampak ekonomi dari gelombang baru infeksi Covid-19 atau varian Omicron, kata Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde. Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, Jumat, mengatakan dia berharap momentum ekonomi Amerika akan membawanya melalui gelombang pandemi berikutnya, dan menegaskan tetap terbuka untuk mempercepat laju pemangkasan pembelian obligasi. Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong yield obligasi, meningkatkan opportunity cost memgang emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Penjualan ritel Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada Oktober, meski kurang dari ekspektasi, dan tren konsumsi swasta yang mendasarinya menunjukkan tekanan yang terus-menerus pada pemulihan ekonomi yang rapuh meski ada pelonggaran pembatasan Covid-19. Permintaan emas fisik meningkat di hub utama Asia, pekan lalu, dibantu penurunan harga, dengan dealer di India bersiap untuk kemungkinan lonjakan pembelian saat musim pernikahan. Harga perak di pasar spot melonjak 1,1 persen menjadi USD23,38 per ounce. Platinum melambung 2,3 persen menjadi USD976,01 per ounce, sementara paladium meroket 2,7 persen menjadi USD1.794,69 per ounce. (git/fin)

Berita Terkait