-advertisement-
-advertisement-
HomeNusantaraTerobos Banjir dan Terseret Arus, PNS dan Istrinya Tewas dalam Mobil

Terobos Banjir dan Terseret Arus, PNS dan Istrinya Tewas dalam Mobil

BUNTOK – Pasangan suami-istri H Warnisi (52) dan Hj Norjannah (47) meninggal dunia di dalam mobil yang terseret arus banjir. Warga asal Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tersebut tewas terseret banjir di jalan perusahaan PT Palopo, Desa Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalteng.

Kapolsek Gunung Bintang Awai, Iptu Rahmat Saleh Simamora mengatakan Warnisi merupakan PNS yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan, Pelestarian Bahan Pustaka pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Barito Utara. Korban beserta istri meninggal pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

“Dalam peristiwa tersebut dua orang dalam mobil yang merupakan pasangan suami isteri meninggal dunia,” katanya dalam keterangannya dikutip Kamis (25/11).

Dijelaskannya, peristiwa berawal saat mobil Kijang Kapsul warna silver KH 1329 ET yang dikendarai Warnisi masuk ke jalan mine road PT Palopo dari arah Jalan Ampah-Muara Teweh menuju ke arah Desa Tabak Kanilan.

Pada saat itu, curah hujan cukup tinggi yang menyebabkan jalan Hauling terputus sekitar 100 meter akibat banjir dengan kedalaman air kurang lebih sekitar satu meter.

Namun Warnisi tetap menerobos banjir. Setelah mobil berjalan sekitar 60 meter pada banjir, tiba-tiba bagian belakang mobil terseret arus dan terbawa menuju sungai.

Saat itu lampu mobil langsung mati dan penumpang di dalamnya tidak ada membuka pintu mobil dan hilang terbawa arus sungai.

“Kita pun langsung melakukan pencarian dibantu dua orang personel Brimob serta masyarakat sekitar, hingga akhirnya mobil berhasil ditemukan di tengah sungai berjarak sekitar 150 meter dari tempat awal,” katanya.

Pihaknya langsung melakukan evakuasi menggunakan dua unit alat berat jenis eksavator milik PT Electra Global untuk dapat menuju ke lokasi mobil dengan membuka jalan pada kebun karet milik masyarakat.

Pada saat ditemukan, kedua korban sudah meninggal meninggal dunia dan kemudian langsung dibawa menuju Puskesmas Patas untuk di visum dan setelah itu pihaknya melakukan evakuasi terhadap mobil milik korban.

Korban berangkat dari Muara Teweh menuju Buntok rencananya membawa istrinya cuci darah ke Rumah Sakit Umum Daerah Buntok.(ant/gw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-