-advertisement-
-advertisement-
HomeHukum dan KriminalKPK Menduga Jakarta Bayar Formula E Lebih Mahal karena Kurang Daya Tarik

KPK Menduga Jakarta Bayar Formula E Lebih Mahal karena Kurang Daya Tarik

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga kelebihan pembayaran Formula E karena daya tarik Jakarta kurang dibanding kota lain di dunia. Pembayaran lebih mahal itu diyakini agar Jakarta dipilih untuk melaksanakan ajang balap mobil listrik itu.

“Mungkin juga ada benchmark ke negara lain. Bisa saja misalnya kota-kota lainnya kan sudah terkenal Pak, jadi itu penyelenggaraannya sudah negara misalnya Roma, mereka kan mungkin kotanya lebih terkenal kan,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/11).

Alex memandang, persoalan ini muncul akibat Jakarta kurang bersaing dengan kota-kota di negara lain. Lembaga Antikorupsi menduga pembayaran lebih mahal itu juga untuk mempromosikan Jakarta melalui ajang balap mobil listrik tersebut.

“Dan Jakarta mungkin kita kan mau meng-upgrade supaya Jakarta dikenal dunia internasional kan seperti itu, barang kali. Kenapa harus membayar lebih dibanding kota-kota yang lain, mungkin dianggap sudah populer, sudah bisa menarik wisatawan untuk menyaksikan Formula E dan seterusnya,” tutur Alex.

Seperti diberitakan, KPK menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan Formula E di Jakarta. Lembaga antirasuah sudah meminta keterangan dan klarifikasi terhadap sejumlah pihak. (riz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-