-advertisement-
-advertisement-
HomeMetropolitanFerdinand Harap Bamsoet Tidak Seret-seret Nama Presiden Jokowi di Formula E

Ferdinand Harap Bamsoet Tidak Seret-seret Nama Presiden Jokowi di Formula E

JAKARTA- Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat, Ferdinand Hutahaean mengkritik pernyataan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo yang mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menentukan lokasi balap Formula E di Jakarta.

Ferdinand mengatakan, Bambang Soesatyo agar tidak membawa-bawa nama Jokowi dalam kegiatan Formula E. Sebab dirinya menganggap ajang balapan Internasional itu hanya untuk kepentingan politik Anies Baswedan.

“Ada baiknya supaya Bambang Soesatyo tidak menyeret-nyeret Presiden Jokowi ke dalam kubangan kotor Formula E ini. Program ini tidak lebih dari demi kepentingan politik Anies pribadi. Jokowi jangan mau dijebak diperalat untuk memuluskan rencana yang sudah kotor Formula E,” ujar Ferdinand Hutahwan melalui akun Twitter-nya, @FerdinandHaean3, Kamis (25/11/2021).

Selain itu, Ferdinand menyebut bahwa Formula E itu sedang bermasalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Menurutnya jangan sampai Jokowi dibawa-bawa agar kasus dugaan korupsi ditutupi.

“Saya berharap agar pak Jokowi tidak terjebak dalam keruwetan Formula E ini yang diduga terindikasi tindak pidana korupsi. Presiden harus hati-hato jangan sampai dijadikan tameng agar korupsi dalam kasus ini tertutupi dan jangan sampai presiden dijadikan alat opini seolah tidak ada masalah hukum. Hati-hati,” tutur Ferdinand Hutahaean.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengatakan Presiden Jokowi yang akan memutuskan lokasi untuk dijadikan sirkuit balap mobil listrik atau Formula E Jakarta (Jakarta E-Prix) 2022.

Bamsoet menyebutkan ada tiga opsi lokasi untuk menggelar Formula E di Jakarta Utara dan dua opsi di Jakarta Pusat.

“Beberapa alternatif itu antara lain (Jalan Jenderal) Sudirman (Jakarta Pusat) itu satu, kemudian Pantai Indah Kapuk (PIK) (Jakarta Utara), sekitar JIS, itu JIS (Jakarta Utara). Kemudian Jakarta International Expo Kemayoran (Jakarta Pusat), dan terakhir di Ancol (Jakarta Utara),” ujar Bambang yang akrab disapa Bamsoet saat konferensi pers di Black Stone Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2021) malam.

Ia menambahkan ada dua lokasi yang dilarang menggelar Formula E, yakni kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat.

“Sirkuit atau lintasan Formula E tidak boleh berada di dua tempat. Saya larang yang pertama adalah Monas, kedua GBK. Yang lain terserah,” ujarnya. (dal/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-