IHSG Berpeluang Menguat, Simak Ulasan Analis Berikut
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (17/11/2021) diperkirakan melanjutkan pola kenaikan jangka pendek, setelah kemarin ditutup menguat 0,53 persen ke level 6.651. Analis PT Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengatakan pergerakan IHSG mengalami technical rebound dari support di level 6.597 dan membentuk pola bullish piercing line yang mengindikasikan pembalikan arah. "Karena itu, IHSG berpeluang untuk lanjut menguat menuju resistance berikutnya di level 6.690," kata Ivan dalam riset hariannya pagi ini. Ivan menyebutkan, saat ini IHSG memiliki level support di posisi 6.597, 6.569 dan 6.530, sedangkan level resistance berada di posisi 6.667, 6.690 dan 6.714. "Indikator MACD menandakan kondisi bearish," ucapnya. Dengan demikian, jelas dia, pergerakan IHSG yang akan meneruskan tren kenaikan jangka pendek tersebut bisa disikapi investor dengan mengakumulasi pembelian saham ADRO, INKP, PGAS, PTBA dan TKIM. BACA JUGA: Data Ritel AS dan Penguatan Dolar Bikin Kilau Emas Meredup Sementara itu, menurut analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, William Mamudi, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih akan tertahan pada fase konsolidasi di bawah level resistance psikologis 6.700. " IHSG telah membentuk candle counter-attack dan kini berada dalam fase konsolidasi. Level 6.700 masih menjadi penentu terhadap dinamika IHSG saat ini," kata William. Untuk itu, lanjut dia, pada perdagangan hari ini Samuel Sekuritas lebih menyukai saham SAMF, BSDE dan MDKA yang memiliki rating trading buy, sedangkan ACES memiliki rating trading sell. BACA JUGA: Pendapatan Negara di Oktober 2021 Tembus Rp 1.510 Triliun Kemudian menurut analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan mengalami penguatan terbatas dalam upaya menuju target resistance di level 6.714. "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang untuk bergerak menguat terbatas dan di-trading-kan pada level 6.591-6.714," kata Nico Demus. Dia menyebutkan, potensi penguatan IHSG masih dipengaruhi sentimen positif terkait rekor surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2021 yang mencapai USD5,74 miliar atau melampaui rekor surplus pada Agustus 2021, yakni USD4,74 miliar. "Surplus neraca perdagangan diproyeksikan masih dapat berlanjut hingga akhir tahun. Kenaikan harga komoditas global yang terdisrupsi oleh supply dinilai menjadi katalis terhadap naiknya kontribusi ekspor tahun depan," ungkap Nico Demus. Dia menyebutkan, dengan adanya potensi penguatan terbatas pada laju IHSG tersebut, saat ini Pilarmas Sekuritas mencermati saham BRPT, ISAT dan BBNI. BACA JUGA: Pemerintah Yakin Triwulan IV Perekonomian Nasional Terus Menguat Terakhir, Tim Riset PT Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan proses kenaikan, pasca mengalami technical rebound pada transaksi kemarin dan berakhir menguat 0,53 persen ke level 6.651. "Bersamaan dengan technical rebound IHSG pada perdagangan Selasa (16/11), sejumlah emiten juga membentuk pola tweezer bottom atau potensi bullish harami. Karena itu, IHSG berpeluang melanjutkan rebound ke kisaran 6.660-6.680," demikian disebutkan Tim Riset PT Phintraco Sekuritas. Phintraco Sekuritas menilai, pelaku pasar merespons positif hasil pertemuan virtual antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping. Sentimen positif dari eksternal lainnya adalah data perekonomian Amerika Serikat yang menunjukan kondisi pasokan dan permintaan yang kuat. "Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap kenaikan kasus baru Covid-19 pada akhir 2021 atau awal 2022 membayangi pasar, khususnya pada saham-saham consumer goods". Dengan demikian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham yang berpotensi melanjutkan pola rebound, yakni EMTK, CPIN, BBNI, BMRI, TLKM dan SCMA. (git/fin)