Jembatan Gantung Makammu II, Menjadi Asa Warga Bulukunyi Takalar Tingkatkan Taraf Hidup
TAKALAR - Hadijah, warga Kelurahan Bulukunyi, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan tersenyum sumringah saat melintasi jembatan gantung Makammu II beserta anaknya yang menyeberangi sungai Bulukunyi.
Bagaimana tidak, jika sebelumnya ia harus menantang maut untuk melewati sungai selebar 60 meter untuk mengangkut hasil kebunnya, kini Hadijah dan warga lain tak perlu repot-repot menyeberangi sungai jika ingin menjual hasil panen mereka ke pasar. Bahkan sebelumnya ketika musim penghujan tiba dan aliran arus sungai cukup deras, Hadijah terpaksa harus mengambil jalur memutar sejauh 10 kilometer untuk menjangkau pasar.
Keberadaan jembatan gantung Makammu II itu sendiri sebenarnya sudah lama dinantikan warga 3 Desa dan 1 Kelurahan di Takalar Sulsel. Namun, pembangunannya baru terlaksana sejak Maret 2021, setelah Anggota Komisi V DPR Hamka Baco Kady menyampaikan aspirasi warga kepada Kementerian PUPR sebagai wakil pemerintah untuk infrastruktur.
"Sebelumnya saya harus menyebrang lewat sungai. Tapi kalau lagi hujan dan air sungai tinggi saya harus jalan jauh sekali memutar. Dengan jembatan ini saya jadi enak, tidak perlu repot-repot lagi menyeberang ke sungai," kata Hadijah di Bulukunyi, Takalar, Rabu (10/11/2021) kemarin, dalam agenda Press Tour Forwapu di wilayah Sulsel.
[caption id="attachment_572195" align="alignnone" width="683"]
Jembatan Makammu II Bulukunyi (Sigit Nugroho/FIN)[/caption]
Jembatan gantung Makammu II tersebut kemudian dibangun oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan anggaran senilai Rp3,169 miliar.
Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Bulukunyi, Nasaruddin Daud. Kepada Fin.co.id ia menyampaikan terimaksihnya kepada Kementerian PUPR yang telah menjawab aspirasi warganya tentang kebutuhan jembatan di wilayah tersebut. Menurutnya, mayoritas warga Kelurahan Bulukunyi berprofesi sebagai petani, dimana lahan pertanian mereka terletak di seberang sungai Bulukunyi tersebut.
"Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anggota Legislator DPR-RI yang membawa aspirasi jembatan ini kesini, itu usulan warga setempat karena perlu saya sampaikan bahwa jembatan ini sebelumnya memang sangat berharap. Masyarakat itu setiap hari menyeberang sungai dari Desa Cakkura untuk mengangkut hasil bumi nya. Jadi itu sangat membantu," ujar Nasaruddin.
BACA JUGA: Bendungan Pamukkulu Untuk Peningkatan IP Kabupaten Takalar Sulsel
Ia mengungkapkan, komoditas pertanian yang diangkut menyeberangi sungai Bulukunyi antara lain padi, jagung dan cabai. "Jadi saya sangat berterimakasih sudah dibangun jembatan ini bisa memudahkan masyarakat untuk menjual hasil buminya," tuturnya.
Sementara itu, Kepala BBPJN Sulawesi Selatan, Ditjen Bina Marga, Ir. Muhammad Insal U. Maha mengatakan, jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 2,5 meter itu dibangun dalam waktu yang relatif singkat, yakni sejak 30 Maret 2021 dan diselesaikan pada 26 September 2021.
"Jembatan ini dikhususkan hanya untuk kendaraan roda 2. Kita batasi juga bebannya supaya ketika ada yang lewat tidak goyang-goyang. Adapun usia pakai jembatan Makammu II tersebut adalah 10 tahun. Tapi kalau ini dipelihara dengan baik, bisa lebih lama lagi masa pakainya," jelasnya.
Dia menjelaskan, alasan pemerintah memilih jembatan gantung dibanding jembatan rangka adalah selain waktu pembangunannya yang lebih singkat, dana yang digunakan juga lebih efisien.
"Konstruksi atas merupakan konstruksi rigid dengan bentang 60 meter rangka baja yang diproduksi dari Citeureup," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Sulsel, Rita dalam kesempatan yang sama. (git/fin)