Mendulang Efisiensi Bisnis Lewat Manage Service Provider
JAKARTA - Pada era perkembangan teknologi dan persaingan bisnis seperti sekarang ini yang sangat cepat, hampir seluruh institusi bisnis baik yang berskala kecil hingga besar membutuhkan infrastruktur dan sumber daya Informasi Teknologi (IT) yang handal. Konsep Managed Services Provider (MSP) Business merupakan sebuah layanan yang terintegrasi untuk penyediaan sumber daya dan pengelolaan dalam bidang Informasi Teknologi (IT). Awareness pelaku bisnis terkait MSP masih relatif rendah di Indonesia. Padahal, konsep tersebut dapat sangat membantu Perusahaan atau Institusi dalam mengurangi cost operasional ataupun efisiensi secara sistematik dalam mencapai skala ekonomi yang lebih baik bagi perusahaan. COO PT Global Asia Sinergi (GAS), Sim Bong mengungkapkan, meskipun konsep MSP Business tersebut dapat membantu Perusahaan dalam memangkas cost operasional, namun sayangnya hanya segelintir korporasi yang mengimplementasikan konsep tersebut. Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki manajemen GAS hanya perusahaan yang bergerak di sektor Manufaktur yang tergerak mengoptimalkan kinerjanya melalui pemanfaatan MSP. "Sejauh ini, yang kita lihat perusahaan di sektor manufaktur merupakan paling banyak menerapkan konsep Managed Services Provider (MSP), padahal semua perusahaan dapat memanfaatkannya untuk mencapai efektivitas dan efisiensi yang lebih optimal," ujar Sim dalam keterangannya, Kamis (4/11/2021). BACA JUGA: Lewat BI Fast, Biaya Transfer Antar Bank Jadi Rp2.500 per Transaksi Otomasi proses bisnis bagi kalangan pengusaha baik kecil maupun besar akan menjadi faktor penentu perusahaan bersaing dalam jangka panjang. Global Asia Sinergi berusaha memberikan solusi aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh perusahaan yang ada di Indonesia. Minimnya Perusahaan yang menerapkan konsep Managed Service Provider (MSP) Business ini dikarenakan belum kuatnya kepercayaan dari para pelaku bisnis di dalam negeri terhadap kemajuan industri teknologi. "Sebenernya kepercayaan pebisnis secara profesional belum kuat atas pentingnya MSP bagi usahanya dan masih tertinggal dari negara lain secara mindset, tapi kami yakin dengan tren otomasi dan digitalisasi akan menjadi suatu hal yang positif ke depan bagi okupansi layanan Global Asia Sinergi," jelasnya. Disisi lain Sim melihat, kedepannya potensi pengembangan infrastruktur IT didalam negeri akan sangat besar, seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna layanan IT dan program digitalisasi yang digalakkan semenjak pandemik. Kendala yang masih harus dihadapi bersama dari proses digitalisasi ekonomi tersebut berasal dari kualitas jaringan internet yang ada. "Saya lihat itu infrastruktur IT potensinya besar. Kendalanya hanya internet yang ada, perlu proyek-proyek percepatan dalam menghasilkan internet cepat dan reliabel, karena hal itu akan menjadi faktor penentu dalam perluasan layanan IT dan perkembangan ekonomi digital," pungkasnya. (git/fin)