Buntut Suku Anak Dalam Tembak Satpam dengan Senjata Berburu Babi, Ini yang Dilakukan Polisi
JAMBI - Bentrokan terjadi antara Suku Anak Dalam (SAD) dengan satpam perkebunan sawit. Peristiwa tersebut buntut dari kasus penembakan SAD terhadap tiga satpam perkebunan menggunakan senjata berburu babi. Kaurbinplin Subbid Provos Bidang Propam Polda Jambi AKP S Nababan mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan usai bentrokan antara satpam dengan kelompok SAD di Kabupaten Sarolangun. Pihaknya melakukan pendekatan persuasif terhadap SAD. "Saya diperintahkan Kapolda Jambi untuk turun langsung ke lapangan melakukan pendekatan persuasif kepada warga SAD agar mereka tidak mudah terprovokasi dengan isu negatif," katanyadalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/11). Dia mengimbau warga SAD untuk menyerahkan senjata api rakitannya kepada aparat kepolisian. Diakuinya, dirinya sudah 3 hari ini berada di lokasi dan membaur bersama warga SAD. Bahkan, sebelumnya dia membina SAD di Pemenang sekitar 15 tahun. "Makanya, saya turun sendiri agar warga SAD jangan sampai dipengaruhi, dan mereka mau menyerahkan senjata api rakitan kepada polisi," katanya. Sebelumnya, Wakapolda Jambi Brigjen Pol Yudawan berjanji akan memberikan penanganan sesuai dengan prosedur dan proses hukum yang berlaku atas kasus penembakan oleh warga SAD terhadap satpam perusahaan perkebunan pada pekan lalu. Dalam kasus penembakan tersebut, diketahui warga SAD itu memakai senjata api rakitan laras panjang atau kecepek (senapan lantakan yang biasa digunakan untuk berburu babi) terhadap tiga satpam perusahaan sawit PT PKM. Mereka yang mengalami luka tembak di bagian tangan dan kaki saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Kolonel Abundjani Bangko, Merangin. Atas kasus penembakan tersebut, kepolisian berkomunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun dalam memproses SAD. Polisi akan menangani kasus ini sesuai dengan prosedur.(ant/gw)