News . 03/11/2021, 06:13 WIB
JAKARTA - Harga emas melemah, Selasa, karena dolar AS dan ekuitas menguat menjelang pertemuan Federal Reserve The Fed), yang dapat memberikan garis waktu kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya tekanan inflasi. Harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD1.787,04 per ounce pada pukul 00.35 WIB, demikian laporan mengutip Reuters, di Bengaluru, Selasa (2/11/2021) atau Rabu (3/11/2021) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,4 persen menjadi USD1.789,40 per ounce. Penguatan pasar ekuitas menjelang pernyataan The Fed, Rabu waktu setempat, terus membebani logam safe-haven itu, kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals. Namun kekhawatiran baru-baru ini atas inflasi membatasi kejatuhan emas dan membantu minat beli, tutur Wyckoff. Kendati emas digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan bunga. BACA JUGA: Perpres Nilai Ekonomi Karbon Ditetapkan, Indonesia Siap Turunan Emisi Karbon 2030 The Fed diperkirakan menyetujui rencana untuk mengurangi program pembelian obligasi, Rabu, ketika menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari. "Saya memperkirakan The Fed akan mengumumkan dimulainya tapering tetapi saya tidak melihat mereka bakal memberikan waktu spesifik seputar kenaikan suku bunga," kata Carsten Fritsch, analis Commerzbank. "Itu dapat menyebabkan beberapa kekecewaan karena pelaku pasar memperkirakan sesuatu yang lebih spesifik yang dapat mendorong emas menuju USD1.800 per ounce atau bahkan lebih dari itu." Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Pasar juga akan mengawasi pertemuan kebijakan Bank of England, Kamis. "Pekan depan bisa bergejolak untuk harga emas...logam kuning itu kemungkinan akan dipengaruhi oleh pergerakan dolar, imbal hasil US Treasury, ekspektasi inflasi dan sentimen risiko global," ucap Lukman Otunuga, analis FXTM. Perak anjlok 2,3 persen ke level terendah dua minggu di USFD 23,46 per ounce. Platinum tergelincir 2,4 persen menjadi USD1.038,82 per ounce, sementara paladium menyusut 1,8 persen menjadi USD2.011,69 per ounce. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id