News . 03/11/2021, 17:06 WIB

Ketidakpastian Tapering Bikin Rupiah Terdepresiasi

Penulis : Admin
Editor : Admin

    JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pada hari ini, Rabu (3/11/2021) ditutup melemah 63 poin atau 0.44 persen ke level Rp14.313 per dolar AS, jika dibandingkan dengan penutupan  kemarin yang berada di level Rp14.250 per dolar AS. Demikian pula dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp14.301 per dolar AS atau melemah dari sebelumnya, Rp14.261 per dolar AS. Depresiasi rupiah yang terjadi pada hari ini disebut sebagai buah dari kewaspadaan investor yang masih menunggu kejelasan dari pengumuman Federal Reserve (The Fed) pada dini hari nanti mengenai kebijakan tapering. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah melemah karena tekanan dari indeks dolar AS yang menguat. Penyebabnya adalah investor mewaspadai keputusan kebijakan moneter The Fed nanti malam. "Investor menanti kejelasan rencana bank sentral AS untuk memerangi kenaikan inflasi dan menenangkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dari COVID-19," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021). BACA JUGA: Realisasi Pembiayaan Utang Pemerintah Capai Rp647,2 Triliun hingga September 2021 The Fed disebut akan mengeluarkan keputusannya dini hari nanti. Secara luas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mengungkapkan jadwal waktu pengurangan pembelian obligasinya alias tapering. "The Fed kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian aset bulanannya sebesar USD15 miliar setiap bulan hingga mengakhirinya pada pertengahan 2022. Tetapi waktu yang pasti untuk kenaikan suku bunga mungkin masih belum diketahui," ujar Ibrahim. Dari dalam negeri, para ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Q3 2021 kemungkinan masih cukup bagus atau tumbuh positif. Namun gelombang Covid-19 yang terjadi di awal Q3 2021 mendorong kemungkinan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi seiring pengetatan mobilitas masyarakat di periode tersebut. Ini juga menjadi sentimen negatif bagi kurs rupiah hari ini. "Notabene ekonomi indonesia di Q3 2021 diperkirakan akan tumbuh 4,1 persen. Rentang perkiraan antara 3,9 persen - 4,3 persen, setelah melonjak 7,07 persen pada Q2 2021," pungkas Ibrahim. Sementara itu untuk pergerakan rupiah esok hari, Ibrahim memprediksi rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif, namun  ditutup melemah di rentang   Rp14.290 - Rp14.330 per dolar AS. (git/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id