PEKANBARU - Sudah sejak Maret 2020 pandemi Covid-19 melanda Indonesia, namun demikian pembangunan infrastruktur untuk pengembangan ekonomi tak pernah berhenti. Meski pandemi menjadi tantangan, namun kebutuhan infrastruktur tetap diperlukan, sehingga pemerintah tak mundur selangkah pun untuk memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan lancar dengan dukungan APBN. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara saat meninjau Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru-Kandis-Dumai, Senin (1/11/2021) kemarin. Menurutnya, APBN memiliki ruang tersendiri untuk penanganan Covid-19 maupun pelaksanaan PSN, maka itu keduanya bisa berjalan bersamaan dengan dukungan dari APBN. "Penanganan Covid-19 adalah satu hal yang kita lakukan, namun seperti yang anda lihat penanganan Covid-19 itu dilakukan bersama-sama dengan tetap melihat potensi Indonesia masa depan. Jadi selain kita menangani urusan jangka pendek, jangka menengah, kita juga melakukan unlocking kebutuhan infrastruktur kita. Karena itu sekarang tetap dibangun jalan tol Sumatera tahap 1 tetap dikerjakan di berbagai macam ruasnya yang dilakukan bertahap dan dilakukan oleh beberapa BUMN kita," ujar Suahasil menjawab pertanyaan Fin.co.id. BACA JUGA: APBN Untuk Dukung Perekonomian Melalui Jalan Tol Trans Sumatera Menurut Suahasil, infrastruktur yang dibangun saat ini, bisa dijadikan "senjata" untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi setelah masa pandemi berubah menjadi endemi. Maka itu, tanpa mengganggu pendanaan mengatasi Covid-19, pelaksanaan PSN dengan APBN juga terus dilanjutkan. "Jadi kita lihat, kita lakukan terus pembangunan infrastruktur. Kalau kita nanti bisa keluar dari Pandemi dan menjadi Endemi, kita bekerja dengan situasi yang lebih bersifat endemi, maka kehidupan masyarakat kita, kita harapkan meningkat. Aktivitas ekonomi tentu membutuhkan infrastruktur," tuturnya. Sinergi Percepatan Pembangunan Infrastruktur PSN Wamankeu Suahasil menjelaskan, pelaksanaan pembangunan infrastruktur PSN bisa berjalan lancar, salah satunya karena adanya sinergitas antar berbagai elemen. Khusus untuk pelaksanaan pembangunan JTTS sendiri, ada BUMN Hutama Karya yang diberikan tugas oleh pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Kemudian dalam proses pengerjaannya, Hutama Karya juga dibantu oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk pembiayaan pembebasan lahan. Hal inilah yang kemudian mempercepat proses pengerjaan sehingga hasilnya cepat bisa dinikmati masyarakat. "LMAN keberadaannya adalah untuk memastikan pengadaan tanah itu bisa dilakukan dengan cepat dan dilakukan langsung dari APBN. Jadi dengan cara seperti itu maka LMAN bertanggung jawab mengadakan tanahnya. Dengan begitu juga BUMN kita bisa lebih konsentrasi, kemana, ke membangunnya. Kalau dulu (BUMN) juga harus mengatur pembebasan tanah dan yang lain-lain, sekarang LMAN memastikan pembayaran yang sesuai dengan tata kelola yang baik, dengan kecepatan yang baik dan kemudian BUMN perusahaan karya-karya kita bisa konsentrasi kepada pembangunan fisiknya," pungkas Wamenkeu. (git/fin)
Pembangunan Infrastruktur Tak Terhambat Pandemi, Wamenkeu: Ada Porsinya Masing-Masing
fin.co.id - 02/11/2021, 13:21 WIB
TERKINI
Terpopuler
Hasil Prancis vs Irak: Mbappe Cetak Brace, Les Bleus Menang 3-0 di Laga Grup I Piala Dunia 2026
Prediksi Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Misi Singa Atlas Berburu Tiket 32 Besar
Piala Dunia 2026: Hasil Inggris vs Ghana Imbang Tanpa Gol, Klasemen Grup L Memanas
Mengerikan! Korban Penyekapan 3 Tahun Diduga Dipaksa Tato Wajah Taufik Hidayat
Prediksi Skor Portugal vs Uzbekistan: Ronaldo di Bawah Bayang-Bayang Messi, Selecao Dituntut Sempurna