News . 02/11/2021, 14:37 WIB
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini Ibu Kota tidak akan banjir jika volume air hujan di bawah 100 milimeter (mm) per hari. Sebab itu sesuai dengan kapasitas drainase. "Kalau di bawah 100 milimeter hujannya, maka seharusnya tidak terjadi banjir," kata Anies, Selasa (2/11). Dikatakannya, jika volume air hujan di bawah 100 milimeter per hari tetapi masih banjir, maka dipastikan ada yang salah dalam manajemen. "Artinya ada sesuatu yang salah dalam manajemen," katanya. Dia menargetkan banjir di Ibu Kota bisa diatasi dalam waktu enam jam setelah hujan berhenti apabila volume curah hujan mencapai di atas 100 milimeter per hari. "Ketika kita berbicara tentang banjir, maka itu selalu ada kaitan dengan volume air hujan dan volume aliran air sungai. Jadi kita menetapkan target setelah hujan berhenti," ungkapnya. Dijelaskannya, jika curah hujan di atas 100 milimeter per hari, maka air harus dipompa dan kering dalam waktu enam jam. Begitu juga dengan luapan aliran sungai, ditargetkan kembali ke titik normal dalam waktu enam jam. "Kalau aliran sungai tidak turun-turun, otomatis banjirnya akan terus terjadi. Inilah pengendalian kita menggunakan target," katanya. Diungkapkannya, baru setahun ini menerapkan target dalam penanganan banjir Jakarta agar setiap pekerjaan ada capaian. "Targetnya dua, satu tidak boleh ada korban jiwa dan kedua sesudah kembali (luapan sungai) ke garis normal, itu sesudah enam jam, tapi kalau belum kembali, masih terus jadi genangan," katanya.(ant/gw)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id