Iklan
Iklan
News

Wamentan Harvick Ke Mahasiswa Pendemo: Bantu Pemerintah Sosialisasi Ke Masyarakat

  JAKARTA - Pola kepemimpinan santun dan edukatif ditunjukkan Wakil Menteri Keuangan (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi, setiap kali mendengarkan aspirasi dan keluhan para pendemo yang mengkritik kebijakan Kementerian Pertanian. Alih-alih menghindar, Wamentan Harvick justru menghampiri pendemo dan berusaha mendengar langsung keluhan mereka untuk mencari akar permasalahan sebenarnya. Seperti halnya ketika ia menerima pendemo dari Mahasiswa BEM SI yang memprotes kebijakan Kementan soal Food Estate beberapa waktu lalu. "Banyak sekali program-program (Kementan yang belum dipahami pendemo), jadi kemarin saya bilang ke adik-adik, kalian saya ikut sertakan setiap kunker. Silahkan bergiliran untuk lihat apa sih yang sudah dilakukan pemerintah ke masyarakat, ini penting. Jadi menghilangkan gap antara masyarakat dengan Kementan," ujar Wamentan Harvick dalam sesi wawancara khusus dengan Fin.co.id beberapa waktu lalu. BACA JUGA: Temui Pedemo Tolak Food Estate, Wamentan Tegaskan Tetap Dipihak Petani Wamentan Harvick mengatakan, permasalahan transparansi atau keterbukaan memang bisa dijadikan solusi dari setiap kebijakan yang dijalankan suatu institusi, utamanya dalam hal ini adalah Kementerian Pertanian. Terlebih jika hal yang menjadi persoalan itu terkait dengan kondisi tertentu yang menyentuh masyarakat hingga level terbawah semisal soal harga bahan pokok penting (Bapokting). [caption id="attachment_560883" align="alignnone" width="671"] Wamentan Harvick Hasnul Qolbi menemui pedemo di Kementan (dok Kementan)[/caption] "Jadi kita perlu edukasi, kalau perlu dibuat siaran yang edukatif dan interaktif antara masyarakat dengan pemerintah, jadi keterbukaan itu ada. Jadi soal kontrol sosial, soal penegakan hukum, silahkan. Kalau semua nawaitu (niat) nya baik kan sinkron, jadi masyarakat kan tahu kesulitan pemerintah," tuturnya. Seperti halnya masalah refocusing anggaran yang terjadi saat ini di seluruh Kementerian termasuk Kementan. Wamentan Harvick mengatakan, kondisi ini perlu juga diketahui oleh seluruh masyarakat karena ini berhubungan erat dengan program-program yang akan dilakukan Kementan. "Misalnya sekarang ini refocusing, kita semua tahu. Kami yang di Ditjen Tanaman Pangan saja di tempat Pak Suwandi (Dirjen Tanaman Pangan) dari yang sebelumnya Rp5 triliun pertahun, sekarang cuma Rp2,2 triliun. Untuk yang tahun 2022 itu lumayan bermasalah juga ini, katakan pengadaan bibit jagung, bisa terkendala juga, nah ini masyarakat harus tahu, ayo kita sama-sama cari solusinya," tegas dia. (git/fin)

Berita Terkait