News . 29/10/2021, 14:52 WIB

Enam Pemburu Emas Meninggal Tertimbun Tanah

Penulis : Admin
Editor : Admin

SAMPIT - Enam dari 11 orang pemburu atau penambang emas tradisional meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Enam jenazah para korban telah berhasil dievakuasi. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur (Kotim) Rihel mengatakan tim dari berbagai instansi mengevakuasi enam jenazah dari reruntuhan tanah longsor di lokasi penambangan emas di Desa Tumbang Torung, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. "Informasi yang kami dapat, ada enam orang meninggal dunia. Semua sudah ditemukan," katanya, Jumat (29/10). Berdasarkan informasi yang diperolehnya, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (28/10) diperkirakan sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu ada 11 orang yang sedang menambang emas di lokasi itu. Beberapa saat sebelum kejadian, lokasi tempat para korban mencari emas dilanda hujan. Belum diketahui persis kronologi kejadiannya, namun diduga hujan menyebabkan tanah menjadi labil. Tanah yang semakin labil akibat diguyur hujan akhirnya longsor dan menimpa para penambang. Dari 11 orang penambang, sebanyak enam orang tertimbun longsor, sedangkan lima orang lainnya selamat. Enam orang penambang yang tertimpa longsor itu berhasil ditemukan beberapa saat kejadian, namun keenam korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Keenam korban meninggal tersebut yaitu Dibau (46) asal Desa Sungai Ubar, Ahmadi (39) asal Desa Sungai Paring Kecamatan Cempaga, MA Jimi asal Desa Sungai Ubar, Hendri (35) asal Desa Tumbang Boloi, Supiansyah (46) dan Edut asal Desa Dirung Kecamatan Murung. Saat ini jenazah keenam korban masih di lokasi. Pihak kepolisian terdekat bersama pemerintah kecamatan setempat sedang menuju ke tempat kejadian yang lokasinya cukup jauh dan aksesnya sulit. Berdasarkan sebuah aplikasi, Kecamatan Bukit Santuai berjarak sekitar 196 kilometer dari Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur dengan waktu tempuh sekitar enam jam. Namun jika kondisi hujan seperti saat ini, perjalanan bisa menjadi lebih lama karena sebagian jalan menjadi becek dan licin. "Saat ini posisi jenazah masih di desa tersebut sambil menunggu pihak kepolisian yang meluncur dari Kuala Kuayan menuju lokasi kejadian. Beberapa pihak keluarga juga sudah ada yang mendapat kabar tersebut," katanya.(ant/gw)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id