-advertisement-
-advertisement-
HomeNusantaraHampir 2 Tahun Upah dan THR Tak Dibayar, Ratusan Buruh Ngadu ke...

Hampir 2 Tahun Upah dan THR Tak Dibayar, Ratusan Buruh Ngadu ke Gubernur

PALEMBANG – Ratusan buruh PT Gading Cempaka Graha (GCG) Kabupaten OKI melakukan aksi demo dan mogok makan di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (27/10). Dalam aksinya, mereka meminta agar Gubernur Sumsel H Herman Deru segera mengatasi permasalahan yang sedang mereka hadapi dengan PT GCG, yang sejak tahun 2020 belum membayarkan upah dan THR kepada buruh.

Dalam aksi demo yang dilakukan puluhan pekerja buruh dari PT GCG, mereka membawa kertas dan spanduk yang bertuliskan “Pak Gubernur…Tolong bantu kami”. Adapun juga yang membawa spanduk yang bertuliskan “Kami akan melakukan aksi mogok makan”.

Andreas, koordinator aksi mengatakan, sebanyak 130 buruh yang bekerja tidak dibayar upah selama bekerja di PT GCG sudah hampir dua tahun. Dia menuturkan, selama bekerja, buruh mendapatkan intimidasi dan dijaga ketat oleh oknum TNI yang diperintahkan oleh PT GCG untuk mengawasi para pekerja.

“Teman-teman kami ada yang diintimidasi, dituduh mencuri, bahkan ada yang disiksa dengan semena-mena oleh pihak PT GCG,” teriaknya di depan Kantor Gubernur Sumsel.

Dia menambahkan, ratusan pekerja buruh ini bekerja di dalam kebun yang luasnya 10.000 hektare, dimana semua pekerja buruh ini terkadang harus menahan lapar dan mengharuskan anaknya untuk berhenti sekolah dikarenakan tidak mempunyai biaya.

“Semua buruh di sini terkadang patungan hanya untuk membeli beras 1 kg, untuk mereka makan bersama,” tambahnya.

Dikatakannya, sejak tahun 2020 buruh ini sudah pernah mengadu kepada Bupati OKI, Disnaker Provinsi Sumsel, namun semua itu tidak mendapatkan hasil penyelesaian yang jelas. Bahkan, mereka telah mengadukan perkara ini sampai ke Ditreskrimum Polda Sumsel.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan meskipun kami sudah mengadu kepada Bupati OKI, Disnaker, dan Polda Sumsel,” cetusnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Rosidin Hasan mewakili Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, saat ini Pemprov Sumsel sudah berkoordinasi bersama Disnaker Provinsi Sumsel mengenai tindak lanjut permasalahan buruh dan PT GCG. Sebelumnya sudah memanggil beberapa kali dari pihak PT GCG, dan pada 3 November nanti akan ada pemanggilan kembali kepada owner PT GCG.

“Sudah kami lakukan upaya bagaimana csra untuk kami selesaikan, bahkan kami juga sudah meminta PT GCG untuk membayar upah semua buruh sebanyak Rp9 milyar,” bebernya.

Untuk itu, ia meminta kepada semua buruh untuk dapat bersabar menunggu sampai terselesaikannya masalah tersebut hingga pencairan upah gaji mereka dapat dibayar dengan seutuhnya.

“Saat ini Pak Gubernur sedang ada kunjungan di Kabupaten OI dan Kabupaten PALI, mohon bersabar,” timpalnya.

Kendati begitu, puluhan buruh tersebut tetap bersikeras ingin langsung bertemu Gubernur Sumsel H Herman Deru dan ingin menyampaikan apa yang selama ini mereka keluhkan. Menurut mereka, sebagaimana rakyat yang membutuhkan pemimpinnya, maka mereka harus bicarakan langsung di hadapan Herman Deru.

Adapun yang ingin disampaikan langsung kepada Gubernur Sumsel adalah terkait realisasi nota Disnakertrans provinsi nomor 057/3460/Nakertrans/2021, minta disampaikan kapan kunjung cair upah dari September sampai dengan Desember dan THR tahun 2020. Kemudian Januari sampai dengan Oktober dan THR tahun 2021.

Mereka menyampaikan, akan tetap berada di depan Kantor Gubernur Sumsel hingga sore hari sampai Herman Deru pulang dari kunjungannya ke Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten PALI. (edy/sumeks.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-