-advertisement-
-advertisement-
HomeEkonomiLonjakan Imbal Hasil US Treasury Bikin Harga Emas Tertekan

Lonjakan Imbal Hasil US Treasury Bikin Harga Emas Tertekan

 

JAKARTA – Harga emas mengalami tekanan dalam sesi perdagangan yang berombak, Kamis, tertekan kenaikan imbal hasil US Treasury yang melampaui dukungan dari kekhawatiran kenaikan inflasi dan sektor properti China yang bermasalah.

Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD1.780,61 per ounce pada pukul 00.38 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Kamis (21/10/2021) atau Jumat (22/10/2021) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,2 persen menjadi USD1.781,9 per ounce.

“The Fed akan melakukan  tapering  dan imbal hasil akan mencapai level tertinggi sepanjang masa sehingga tidak ada alasan bagi orang untuk memarkir uang mereka di aset yang aman yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas,” kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, Chicago.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun melesat ke puncak lima bulan karena ekonomi yang pulih dengan cepat memperbarui pertanyaan tentang kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga.

Kendati emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan bunga.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Lolos Dari Gugatan PKPU My Indo Airlines

Streible mengatakan saham Evergrande yang anjlok 12,5% adalah sentimen positif bagi emas.

Ekuitas di seluruh Asia dan Eropa jatuh setelah Evergrande, Rabu malam, mengatakan telah membatalkan kesepakatan untuk menjual 50,1 persen saham di lengan jasa propertinya, dan kekhawatiran inflasi juga berdampak pada pasar.

Analis UBS mengatakan ekspektasi inflasi yang meningkat dan prospek pertumbuhan yang melemah dapat mendukung harga emas dalam satu atau dua bulan ke depan.

Dua pejabat The Fed, Rabu, mengatakan meski bank sentral harus mulai mengurangi langkah-langkah stimulusnya, namun terlalu dini untuk menaikkan suku bunga.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,8 persen menjadi USD24,08 per ounce. Platinum tergelincir 0,5 persen menjadi USD1.044,83 per ounce. Paladium anjlok 2,6 persen menjadi USD2.018,45 per ounce. (git/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-