-advertisement-
-advertisement-
HomeNusantaraNekat Bikin Laporan Palsu, Emak-emak Terpaksa Mendekam di Penjara

Nekat Bikin Laporan Palsu, Emak-emak Terpaksa Mendekam di Penjara

PRABUMULIH – Alih-alih untuk menghindari pihak leasing, seorang emak-emak di kota Prabumulih, Lindawati (26) nekat membuat laporan palsu dan mengaku telah dirampok dua orang tak dikenal yang membawa kabur sepeda motor miliknya.

Warga Jl Sungai Rotan, RT 01/04, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih itu pun akhirnya diringkus petugas saat berada di kediamannya, Selasa (19/10).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan tersangka berawal saat dirinya membuat laporan palsu ke SPKT Polsek Prabumulih Barat pada Senin (18/10) sekira pukul 16.45 WIB.

Dalam laporannya, Linda mengaku telah dirampok oleh dua orang tak dikenal dengan cara menghadang motor ketika melintas di kawasan Jl Simpang Penimur, Kelurahan Patih Galung, kota Prabumulih.

Dalam perampokan itu kata Linda ke polisi, dirinya kehilangan sepeda motor honda ADV warna merah BG 6503 CF karena takut kepada dua rampok.

Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Darmawan SH lalu mendapat informasi tentang keberadaan barang bukti sepeda motor yang dilaporkan hilang tersebut yaitu di kawasan Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

“Petugas kami menuju lokasi dan berhasil mengamankan barang bukti motor, setelah itu petugas kami kembali mengintrogasi Lindawati. Setelah didesak tersangka mengaku kalau membuat laporan palsu,” ujar Kanit Reskrim Ipda Darmawan, Rabu (20/10).

Lindawati nekat membuat laporan palsu sebagai modus untuk mengelabuhi pihak Leasing karena tidak sanggup lagi untuk membayar angsuran kredit sepeda motor tersebut.

“Tersangka kami amankan berikut barang bukti 1 lembar Laporan Polisi, BAP (berita acara pemeriksaan polisi atas nama Lindawati dan 1 Unit sepeda motor Honda ADV Warna merah J BG 6503 CF berikut STNK,” bebernya.

Akibat perbuatannya itu, Lindawati terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolsek Prabumulih Barat. “Pelaku akan dijerat Pasal 242 KUHP tentang tindak pidana Memberikan keterangan palsu diatas sumpah dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara,” tukasnya. (chy/sumeks.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-