-advertisement-
-advertisement-
HomePendidikanCara Menjaga Kehamilan Saat Pandemi, Begini Kata Dosen Prodi Gizi UEU

Cara Menjaga Kehamilan Saat Pandemi, Begini Kata Dosen Prodi Gizi UEU

JAKARTA – Gaya hidup dan pilihan makanan wanita sebelum dan sesudah kehamilan berpengaruh terhadap wanita itu sendiri dan janin yang dikandungnya.Gaya hidup sehat merupakan salah satu syarat agar kehamilan sukses. Saat kehamilan, 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode waktu yang sangat sensitif dimana kesehatan sang bayi bergantung pada masa itu. Dosen Prodi Ilmu Gizi Universitas Esa Unggul, Dr. Erry Yudhya Mulyani, S.Gz, M.Sc membagikan kiat-kiat Khusus untuk menjaga kehamilan saat pandemi.

Erry mengatakan berdasarkan data WHO tahun 2020 menyatakan bahwa jika saat kehamilan terkena virus COVID-19 akan memungkinkan untuk lahir secara prematur. Selain itu, jika ibu mengalami obesitas atau memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes berisiko mengalami kondisi yang lebih buruk. Maka dari itu sangat penting untuk ibu hamil dalam menjaga kesehatannya melalui makanan dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

Dirinya melanjutkan terdapat 5 pesan kehamilan yang harus ibu lakukan yaitu pertama, menjaga imunitas selama kehamilan dengan gizi seimbang, yang kedua mengonsumsi makanan beragam, ketiga minum 3 liter air perhari untuk menjaga status hidrasi, kemudian selalu menjaga kebersihan diri dan yang terakhir adalah untuk tetap aktif selama kehamilan. Gizi seimbang adalah susunan makanan yang terdiri dari beragam jenis zat gizi dan sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan prinsip aneka ragam pangan, aktfiitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur.

“Yang pertama adalah karbohidrat, dimana ibu hamil memerlukan penambahan 180 kkal pada trimester 1 dan 300 kkal pada trimester 2 & 3. Karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi utama tubuh. Kemudian ada protein, dibagi menjadi hewani dan nabati. Protein berperan dalam mengganti jaringan tubuh yang rusak,” terangnya.

Erry mengatakan Selama kehamilan diperlukan 70 gram protein pada T1 & T2 dan 90 gram pada T3. Kemudian sayur dan buah juga diperlukan selama kehamilan, karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Vitamin yang sangat penting bagi ibu hamil antara lain vitamin A, vitamin D untuk kesehatan tulang, vitamin C dalam menjaga kekebalan tubuh, dan vitamin B9 (asam folat) untuk perkembangan otak janin. Selain vitamin, mineral juga penting saat kehamilan, antara lain zat besi yang berguna untuk membentuk hemoglobin darah dalam memasok oksigen ke janin dan kalsium untuk menjaga kesehatan saraf dan otot.

Pembatasan garam, gula dan minyak juga tidak boleh dilupakan. Dalam satu hari jumlah maksimum yang dapat dikonsumsi masing-masing garam, gula dan minyak adalah 2000 mg (1 sdt), 50 gram (4 sdm) dan 67 gram (5 sdm). Kebutuhan air bagi ibu hamil juga meningkat dibandingkan dengan sebelum kehamilan. Saat hamil ibu perlu mengonsumsi air sebanyak 3 liter atau 10 gelas besar 3000 ml dalam satu hari. Karena dehidrasi selama kehamilan dapat berakibat pada perkembangan janin.

Selama pandemi kita perlu menjaga kebersihan diri kita sendiri, begitu juga dengan ibu hamil. Salah satu menjaga kebersihan diri adalah dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Menurut Kemenkes ada 6 langkah mencuci tangan yang baik. Waktu yang baik untuk mencuci tangan adalah sebelum makan, sebelum buang air, sebelum menjamah makanan, sebelum menyusui dan setelah beraktifitas.

Berolahraga juga penting selama kehamilan, Erry melanjutkan selain dapat memperlancar peredaran darah namun juga bisa mengurangi stres saat hamil dan memperkuat otot ibu saat persalinan. Ibu dapat berolahraga selama 20 – 30 menit selama 3 – 5x/minggu dengan melakukan 5 menit pemanasan sebelum dan 5 menit pendinginan setelah berolahraga. Olahraga yang dapat dilakukan seperti joging, berjalan kaki dan yoga. Tetapi tidak dianjurkan melakukan aktifitas fisik dan olahraga intensitas tinggi selama kehamilan.

Selama kehamilan, ibu perlu memerhatikan asupan makanannya. Ada beberapa makanan yang harus ibu hindari saat hamil karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan bayi maupun ibu itu sendiri. Makanan yang harus dihindari adalah protein hewani mentah seperti daging mentah dan telur mentah, makanan dan minuman beralkohol dan merokok pasif maupun aktif.

Lulusan Program Studi Ilmu Gizi Universitas Esa Unggul dibekali dengan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan untuk mengkaji secara menyeluruh keterkaitan gizi, kesehatan dan pangan dalam suatu sistem; mengkaji, menilai, dan mengidentifikasi keadaan gizi individu, kelompok atau masyarakat; membuat perencanaan serta melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi intervensi dan pelayanan gizi; melakukan promosi gizi dan melakukan mobilisasi sosial untuk pencegahan dan penanganan masalah gizi; memahami pentingnya kerjasama lintas sektor, lintas disiplin, dan lintas profesi dalam menangani masalah gizi; melakukan persiapan- persiapan yang diperlukan untuk kegiatan advokasi dalam menangani masalah gizi. (man/rls/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-