-advertisement-
-advertisement-
HomeNasionalIni yang Perlu Dievaluasi dari Aplikasi PeduliLindungi

Ini yang Perlu Dievaluasi dari Aplikasi PeduliLindungi

JAKARTA – Pemanfaatan teknologi aplikasi PeduliLindungi sudah mulai efektif dalam memantau pergerakan masyarakat selama masa pandemi COVID-19. Meski begitu, aplikasi ini masih harus dievaluasi.

“Sekarang aplikasi PeduliLindungi sudah mulai efektif dengan terhubung ke sertifikat vaksinasi, testing, serta tempat kegiatan masyarakat. Hanya, data yang masuk mau diapakan. Itu yang kita belum tahu,” ujar Direktur Eksekutif ICT Institute sekaligus pengamat teknologi, Heru Sutadi di Jakarta, Selasa (19/10).

Seperti diketahui, aplikasi PeduliLindungi sudah diberlakukan di banyak tempat. Seperti mal, hotel, tempat wisata, dan kantor. Tetapi jumlah tempat yang belum memberlakukan kebijakan tersebut juga masih banyak.

“Banyak tempat tidak menggunakan aplikasi ini. Sanksinya juga masih belum jelas. Ini yang perlu dievaluasi kembali dan dilakukan perbaikan,” imbuhnya.

Pemerintah perlu menyiapkan solusi yang tepat. Karena Indonesia masih menghadapi kendala mengenai infrastruktur internet. Belum semua wilayah desa mendapatkan akses internet broadband. Sehingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi belum bisa maksimal.

“Masih ada 12.548 desa masih tertinggal dalam hal internet. Kemudian, belum semua orang memiliki ponsel pintar. Bahkan masih 2G. Sehingga tidak bisa akses aplikasi PeduliLindungi. Ini harus ada solusinya,” jelas Heru.

Selain itu, pemerintah perlu menyediakan metode untuk mengakses aplikasi bagi pengguna yang tidak memiliki jaringan internet dan pengguna ponsel teknologi 2G.

Aplikasi PeduliLindungi, lanjutnya, juga harus lebih dimaksimalkan ke seluruh aktivitas masyarakat. Tujuannya agar dapat mengoptimalkan fungsinya dalam membantu pemerintah menangani COVID-19.

Selain sebagai aplikasi untuk tracing dan arsip testing (antigen, PCR, dan sertifikat vaksin), aplikasi PeduliLindungi juga harus ditingkatkan ke arah treatment atau perawatan bagi pasien positif.

“Harus ditingkatkan ke arah treatment untuk pengobatan bilamana ada yang terinfeksi COVID-19. Saat ini kan masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi di masing-masing daerah,” tutupnya. (rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-