JAKARTA - Bank Indonesia (BI) disarankan untuk tetap menahan tingkat suku bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5 persen meskipun tingkat inflasi relatif terkendali. Sebab, hingga akhir 2021 masih terdapat risiko yang patut diwaspadai. Hal itu disampaikan oleh Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/10/2021). "Upaya mempertahankan suku bunga tersebut untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pemulihan ekonomi nasional," kata Riefky. Menurutnya, laju inflasi tahunan September 2021 tercatat sebesar 1,6 persen jika dibandingkan dengan September 2020 (year on year/yoy), relatif tidak berubah dari sebelumnya sebesar 1,59 persen (yoy) pada bulan Agustus 2021 dan masih di bawah kisaran target BI. Di sisi lain, masih ada beberapa risiko untuk sisa tahun 2021 yang dapat memberikan tekanan dan menimbulkan ketidakpastian pada stabilitas ekonomi, seperti normalisasi moneter bank sentral AS yang lebih cepat, kelangkaan kontainer dan hambatan pengiriman barang di China yang meningkatkan biaya pengiriman dan logistik sehingga mengganggu rantai pasok global, serta krisis energi global akibat pemulihan yang lambat dari sisi suplai. Riefky berharap, penurunan kasus harian COVID-19 dan pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dapat mendorong pemulihan ekonomi domestik. Terlebih penyerapan anggaran PEN tahun ini lebih baik. BACA JUGA: Aturan Baru, Pajak Kendaraan Mengacu pada Tingkat Emisi "Percepatan dan perluasan program vaksinasi bersamaan dengan respons kebijakan yang akomodatif melalui stimulus fiskal dan moneter sangat penting untuk mendapatkan kembali momentum pertumbuhan ekonomi setelah melewati gelombang kedua pandemi akibat varian Delta," tuturnya. Terlepas dari volatilitas terkini, ia menuturkan rupiah terus terapresiasi menjadi sekitar Rp14.200 per dolar AS dari sekitar Rp14.300 per dolar AS, didukung oleh situasi pandemi domestik yang lebih baik, kenaikan harga komoditas yang mendorong surplus perdagangan, dan cadangan devisa yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, rupiah merupakan salah satu yang berkinerja terbaik sejauh ini dengan tingkat depresiasi 0,2 persen terhadap dolar AS, sejak awal Januari-Oktober 2021 (year to date/ytd). (git/fin)
BI Disarankan Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen
fin.co.id - 18/10/2021, 17:15 WIB
Mayoritas masyarakat Kalimantan tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi. Dia menyebut Kalimantan Timur yang menjadi ibu kota negara (IKN) merupakan tempat jin buang anak.
TERKINI
Terpopuler
1
Posraya Indonesia Ucapkan Selamat Bekerja kepada Kepala BGN Baru Nanik Sudaryati Deyang
2 hari lalu
2
Profil Nanik Sudaryati Deyang, Eks Jurnalis yang Kini Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
2 hari lalu
3
Alasan Prabowo Pecat Kepala BGN Dadan Hindayana: Salah Satunya Masalah Kedisiplinan
2 hari lalu
4
Izin IPAL Belum Lengkap, BGN Setop Sementara Operasional 13 Dapur MBG di Kudus
2 hari lalu
5
Sengketa Honorarium Berujung Pidana, Kasus Togar Situmorang! Dinilai Picu Polemik Perlindungan Hukum Profesi Advokat
1 hari lalu