22, October, 2021

Negara Islam Indonesia di Garut Ini Ingin Gabung dengan PBB, Begini Katanya…

JAKARTA- Kemunculan Negara Islam Indonesia (NII) di Kabupaten Garut Jawa Barat menghebohkan jagat maya. Video-video tentang NII tersebar luas di media sosial YouTube sejak tahun 2020 hingga 2021.

Salah satu video yang baru yang diunggah oleh akun YouTube Parkesit82 pada 8 Agustus 2021, berisikan ajakan kepada dunia Internasional dalam hal ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakui NII sebagai sebuah negara.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 32 detik itu, seorang pria mengenakan baju merah berlambang bulan bintang serta memegang bendera yang diklaim sebagai bendera NII. Pria itu dikawal dua pria di sisi kiri dan kanan. Beberapa meter berjalan, pria itu kemudian berdiri dan berbicara ke arah kamera.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya sampaikan, kepada seluruh dunia internasional dengan atas nama PBB untuk segera memasuki Negara Islam Indonesia silakan welcome-welcome kepada yang terhormat PBB,” ucap pria itu.

“Gedung putih Amerika Serikat welcome welcome silakan masuk memasuki Negara Islam Indonesia, Madinah Indonesia madani. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar. Kepada seluruh dunia Internasional welcome-welcome silakan memasuki Negara Islam Indonesia” sambungnya yang mengaku sebagai Panglima Jenderal DI/TII NII ini.

Dalam imbauannya itu ia juga membawa nama Kartosoewirjo dan Sensen Komara sebagai tokoh yang dikenal sebagai pemimpin Negara Islam Indonesia (NII).

“Imam SM Kartosoewirjo, khalifah dunia, bapak Drs Sensen Komara BM Esa dan Saya Panglima Jenderal DI/TII NII Tiga Jenderal DI/TII NII welcome-welcome silakan memasuki negara Islam Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian agama telah merespon viralnya Negara Islam Indonesia ini. Staf Khusus Menteri Agama, Mohammad Nuruzzaman mengatakan pola rekrutmen yang dilakukan NII melalui pengajian.

“Kami memang mendapat informasi terkait rekrutmen itu, dan polanya melalui pengajian. Ini sedang kita kaji dan dalami,” ungkap Mohammad Nuruzzaman dikutip dari laman kemenag.go.id.

Kemenag saat ini sudah menurunkan tim Badan Litbang dan Diklat untuk melakukan kajian terhadap aktivitas rekrutmen NII dalam pengajian di Garut.

Tim Badan Litbang dan Diklat itu nantinya akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Barat untuk memudahkan proses kajian.

Selanjutnya Nuruzzaman mengatakan hasil kajian itu nantinya akan diserahkan ke lembaga terkait untuk diproses sesuai prosedur yang berlaku di Indonesia. (dal/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer