23, October, 2021

Kementerian PUPR Ubah Kawasan Kumuh Cipanyir Kota Tasikmalaya Jadi Instagramable

 

 

TASIKMALAYA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan kumuh di Kelurahan Cipedes dan Kelurahan Panyingkiran (Cipanyir), Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kawasan kumuh itu disulap menjadi kawasan yang tertata rapi, bersih dan serta mampu mendorong peningkatan perekonomian bagi  masyarakat penghuninya karena kawasan itu saat ini menjadi kampung wisata.

Program penataan kawasan kumuh itu dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya. Penataan Kawasan Cipanyir bermula dari kegiatan penataan Permukiman Kumuh Perkotaan (PKP) skala lingkungan melalui program Padat Karya Tunai (PKT) Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) pada 2018-2019.

Program itu kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh skala kawasan. Problem kepadatan dan ketidakberaturan permukiman serta minimnya infrastruktur yang menyebabkan kawasan ini menyandang predikat kumuh, kemudian dibenahi.

Salah satu spot di kawasan CIpanyir  yang ditata oleh BBPW Jabar. Selain sungai menjadi rapi dan bersih, terdapat pula spot untuk swafoto yang instagramable (Sigit Nugroho/FIN)
Salah satu spot di kawasan CIpanyir yang ditata oleh BBPW Jabar. Selain sungai menjadi rapi dan bersih, terdapat pula spot untuk swafoto yang instagramable (Birkompu)

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, Ditjen Cipta Karya Oscar R.H. Siagian menyampaikan, penataan Kawasan Cipanyir mulai dilaksanakan sejak Desember 2020 dan telah diselesaikan pada Agustus 2021. Diharapkan dengan selesainya penataan skala kawasan dapat mewujudkan lingkungan di Cipanyir menjadi kawasan yang terbebas dari kekumuhan dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

“Di lokasi sebelumnya sudah dilaksanakan program KOTAKU melalui pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya tahun ini dilakukan peningkatan kualitas permukiman skala kawasan dengan pendekatan menata. Jadi harapannya memang selain mengurangi kesan kumuh juga dapat menjadi destinasi wisata edukasi,” ujar Oscar kepada awak media, dalam agenda presstour Forwapu, Selasa (13/10/2021) kemarin.

BACA JUGA: Kementerian PUPR Bangun Rusun Rp 2,5 M untuk Ponpes Hidayatul Uluum 2 di Kota Tasikmalaya

Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi penataan kawasan permukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai Ciloseh dengan luas sekitar 15 hektare, revitaslisasi jembatan yang menghubungkan wilayah RW 08 Panyingkiran dan RW 07 Cipedes, rehabilitasi jalan lingkungan sepanjang 250 meter, pembuatan Ruang Terbuka Publik dengan memajukan lahan bantaran sungai, pembangunan tembok penahan tebing sekitar 200 meter, septic tank komunal berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), drainase lingkungan, dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

“Anggaran program penataan kawasan ini sekitar Rp6 miliar yang bersumber dari APBN TA 2021,” jelas Oscar.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, Ditjen Cipta Karya Oscar R.H. Siagian (kiri) dan Kabag Birkompu Ibu Maretha (Kanan) saat meninjau penataan kawasan Cipanyir (Sigit Nugroho/FIN)
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, Ditjen Cipta Karya Oscar R.H. Siagian (kiri) menyampaikan penjelasan penataan kawasan kepada Kabag Birkompu Ibu Maretha (Kanan) saat meninjau penataan kawasan Cipanyir, Selasa, 12 Oktober 2021. (Sigit Nugroho/FIN)

“Sementara infrastruktur yang dibangun merupakan infrastruktur dasar, masih ada dua pekerjaan yang tidak kami intervensi karena memang bukan masuk di ranah kami, yakni penataan hunian atau rumahnya dan kelengkapan pemadam kebakaran karena ini juga penting untuk kegiatan peningkatan kualitas permukiman,” sambungnya.

Menurut Oscar, program penataan Kawasan Cipanyir telah memberikan manfaat bagi 869 KK, khususnya yang tinggal di 4 RW Kelurahan Panyingkiran dan Cipedes. Keberhasilan penataan kawasan tersebut juga terlihat dari peningkatan usaha ekonomi warga dengan berdirinya beberapa warung kopi di ruang publik, sepanjang bantaran sungai Ciloseh.

BACA JUGA: Kementerian PUPR Beri Dukungan Infrastruktur Di KIT Batang

Setelah dilakukan penataan, selain mengurangi kawasan kumuh, kini masyarakat juga memiliki ruang terbuka hijau baru sebagai tempat berinteraksi warga. Saat ini kawasan tersebut menjadi tujuan wisata yang representatif bagi masyarakat sekitar serta ikon kebanggaan wisata sungai yang berada di tengah Kota Tasikmalaya.

“Ini (Penataan kawasan kumuh CIpanyir) sangat-sangat membantu buat saya, khususnya buat warga panyingkiran dan CIpedes untuk membantu mendongkrak ekonomi. Karena adanya kampung wisata, maka jadinya para pelaku UMKM kecil yang tadinya tidak berjalan, kan dengan adanya kampung wisata itu jadi meningkat lah perekonomian,” ujar tokoh masyarakat Cipanyir Nana Suryana yang sejak awal mengusulkan penataan kawasan tersebut.

Nana juga memastikan bahwa mayoritas masyarakat Cipanyir yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh harian lepas, sangat terbantu dengan diselesaikannya penataan kawasan kumuh tersebut. Menurutnya, dengan lingkungan yang sudah jauh lebih baik dan menjadi kampung wisata, kaum Ibu di wilayah itu bisa membantu suaminya mencari nafkah dengan berjualan.

“Mata pencaharian kebanyakan buruh harian lepas disini, tapi kalau sekarang bisa berjualan, meningkatkan ekonomi melalui UMKM nya. Tadinya membantu suaminya, ibu-ibunya berjualan, itu kan meningkatkan perekonomian,” pungkasnya. (git/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer