23, October, 2021

Jika Ada Fakta, Kejagung Bakal Periksa dan Telisik Aset Mitra Tersangka Asabri

JAKARTA – Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut tuntas siapapun yang turut menikmati hasil korupsi dari pengelolaan saham di PT Asabri. Siapapun yang terlibat bakal dimintai pertanggungjawaban secara hukum termasuk orang dekat para tersangka.

Tim penyidik pun gencar memburu sejumlah aset milik tersangka untuk menutupi jumlah kerugian negara dalam kasus Asabri yang mencapai Rp22 triliun lebih.

Sejumlah pihak yang diduga turut menjadi aktor pelaku dan merupakan pemilik saham yang bertransaksi secara langsung ke Asabri hingga saat ini belum tersentuh secara hukum.

Padahal saham mereka sampai hari ini masih bertengger di Asabri, bahkan jumlahnya saat ini masih melebihi batas ketentuan kepemilikan saham yaitu diatas 5%. Seperti pada saham FIRE yang menurut data KSEI kepemilikan Asabri saat ini masih diatas 20%. Dengan potensi kerugian mencapai Rp2 triliun.

Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus, Supardi mengatakan tim penyidik masih terus melakukan pengembangan penyidikan dalam perkara dugaan korupsi di Asabri. Munculnya fakta baru akan menjadi dasar penyidik untuk menyeret semua pihak yang terlibat.

“Kita akan kejar (semua pihak yang diduga terlibat), kalau memang hartanya hasil korupsi pasti kita kejar terus,” katanya. Kamis (14/11).

Dalam kasus Asabri ini, diketahui penyidik telah menyita sejumlah aset milik terdakwa Benny Tjokrosaputro , yang menurut pengacaranya di beberapa media melebihi nilai kerugian yang dia tanggung. Bahkan tak berhenti disini, adiknya Teddy Tjokro pun juga telah ditetapkan sebagai tersangka yang aset- asetnya telah disita.

Sebaliknya, dalam penanganan terdakwa Heru Hidayat, penyidik hingga saat ini masih belum melakukan penyitaan yang memadai . Bahkan terdapat dua orang yang diduga sebagai mitranya belum dilakukan proses hukum.

Padahal, mitra Heru Hidayat diduga pernah dalam satu hari (26/7/2018) saja menjual saham FIRE seharga Rp 5650/lembar diatas 10X harga IPO, senilai Rp230 miliar.

Kemudian, dalam sehari tanggal 5 Desember 2018 juga melepas saham FIRE dengan harga Rp 5550/lembar atau 10X lebih dari harga IPO, senilai Rp240 miliar.

Karena itu, terhadap mitra Heru diduga sangat penting untuk dilakukan pemeriksaan dalam upaya penyidik mengejar sejumlah aset penggantian kerugian negara atas kasus Asabri. Kepemilikan saham oleh Asabri atas saham – saham grup Heru tercatat telah melampaui batas ketentuan diatas 5%. Seperti pada kepemilikan saham FIRE (23,6%), PCAR(25,14%), IIKP (12,32%), dan SMRU (8,11%).

“Makanya kita lihat ada fakta baru ke sana nggak, kita akan kejar,” tegasnya.

Sementara itu pakar hukum pidana UII Muzakir meminta, tim penyidik Kejaksaan Agung agar mengusut kasus dugaan korupsi PT Asabri secara komprehensif dan jeli. Terutama dalam menutup jumlah kerugian negara dengan menyita sejumlah aset yang diduga hasil korupsi.

“Kalau mau komprehensif angkat saja perbuatannya. Siapa saja yang terlibat libas saja semuanya dong,” katanya.

Karena itu, para pihak yang diduga memiliki keterkaitan dan keterlibatan dengan perkara Asabri harus diperiksa. Sehingga dengan keterangan saksi tersebut akan terang perbuatan melanggar hukumnya.

“Itu semua mesti diperiksa dengan tujuan untuk memastikan apakah terperiksa adalah pelaku atau bukan,” tutupnya. (lan/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer