17, October, 2021

Atlet Peraih Medali Emas Sea Games 2019 Tagih Janji Pemerintah

SINGAPARNA – Atlet peraih medali emas Sea Games di Manila, Filipina 2019 lalu, Muhammad Taufik menagih janji Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang menjanjikan untuk diusulkan menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS sebagai reward atas prestasi yang diraih dalam bidang olahraga.

Bahkan, atlet asal Desa Cimanggu Kecamatan Puspahiang tersebut sukses mengantarkan Sala Nursyafa Jajuar meraih medali emas PON XX Papua di cabang olahraga exhibition modern pentathlon, sebagai pembina dan pelatihnya.

Muhammad Taufik mengaku kecewa janji dari pemerintah daerah untuk menjadikannya sebagai ASN belum terealisasi hingga sekarang. Padahal, pada waktu itu Senin 13 Januari 2020, dijanjikan untuk diusulkan menjadi ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

“Januari tahun lalu, lewat upacara bendera saya dijanjikan untuk diusulkan menjadi ASN di lingkungan pemerintah kabupaten oleh Pak sekda. Tetapi sampai saat ini belum terealisasi,” kata dia, Rabu (13/10).

Menurut dia, sebagai atlet daerah yang telah mengharumkan Kabupaten Tasikmalaya dan membawa putra daerah meraih medali emas di PON, dirasa bukan menjadi hal begitu sulit bagi pemerintah daerah untuk memberikan apresiasi.

“Saya rasa bukan hal yang susah bagi bupati dan sekda untuk memberikan apresiasi pekerjaan. Toh ketika saya bekerja juga sebagai putra daerah asal Kabupaten Tasikmalaya,” ujar dia.

Dengan memotivasi dan membimbing generasi putra daerah lebih berprestasi, juga atas nama Kabupaten Tasikmalaya semakin terhormat di tingkat nasional bahkan luar negeri.

“Kalau Pak bupati dan Pak sekda tidak mau mengurus, biar kan saya berkeliling Tasikmalaya untuk meminta tanda tangan dari masyarakat Tasikmalaya supaya mengijinkan saya untuk mengabdi di Tasikmalaya.”

“Insyaallah kalau tidak secepatnya ada kepastian. Niat saya untuk melakukan aksi berkeliling Tasikmalaya dan meminta tanda tangan masyarakat Tasikmalaya untuk selanjutnya saya serahkan ke Presiden segera dilakukan,” paparnya.

Menurutnya, kalau yang berprestasi saja belum pasti dan tidak ada kejelasan, bagaimana bagi masyarakat yang tidak berprestasi. Sejauh ini dirinya, telah membina atlet khusus putra daerah dan sudah membeli sebidang tanah dan sedang dibangun untuk mess atlet.

“Melakukan latihan-latihan dari atlet-atlet berpontensi di kecamatan-kecamatan. Lokasi asrama atlet di Kampung Cimanghi nantinya untuk pembinaan atlet di Situ Sanghiyang. Selain memberikan bekal bagi atlet-atlet kita juga sedang mempromosikan Sanghiyang menjadi aset wisata baru, sport tourism,” jelasnya.

Hasil pembinaan atlet selama dua tahun berjalan, tambah dia, bisa memberikan hasil di PON dengan raihan medali emas. “Dari awal saya tidak meminta, tapi pemerintah sendiri yang menjanjikan, tetapi kalau tidak ada kepastian secepatnya saya akan meminta tanda tangan masyarakat, karna toh saya juga mengabdi untuk masyarakat dan Kabupaten Tasik,” ujarnya.

Untuk peraturan sudah jelas, kata dia, di Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 0275 tahun 2010 tentang Persyaratan dan Mekanisme Pengangkatan Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jadi daerah pun berhak mengangkat minimal atlet peraih emas PON, Perak Sea Games dan perunggu Asian Games. Itu daerah berhak mengangkat. Pemerintah sendiri yang menawarkan ke saya tahun 2019 lalu, walau saya sudah banyak tawaran dari daerah lain,” tambah dia. (dik/radartasik.com)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer