-advertisement-
-advertisement-
HomeEkonomiKementerian PUPR Bangun Rusun Rp 2,5 M untuk Ponpes Hidayatul Uluum 2...

Kementerian PUPR Bangun Rusun Rp 2,5 M untuk Ponpes Hidayatul Uluum 2 di Kota Tasikmalaya

 

 

TASIKMALAYA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendrat (Ditjen) Perumahan melakukan pembangunan rumah susun (Rusun) untuk Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2 di Kampung Rancabogo Kelurahan Gununggede Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. senilai Rp2,5 miliar.

Rusun tersebut dibangun vertikal 2 lantai dan nantinya difungsikan sebagai asrama atau tempat tinggal bagi para santri laki-laki. Para santri itu selama ini belum memiliki tempat istirahat yang layak huni karena kendala keterbatasan sarana yang dimiliki pondok pesantren tersebut.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Kiagoos Egie Ismail menjelaskan, pembangunan Rusun Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2 dilaksanakan secara Single Years Contract (SYC) tahun 2021, dengan masa kontrak 180 Hari kalender. Progres pembangunannya sendiri saat ini sudah mencapai 40,53 persen, dengan Kontraktor pelaksana PT. Rimba Raya Utama dan Kosultan Mk PT. Marina Widya Karsa, Targetnya, seluruh pekerjaan rampung pada Desember 2021 mendatang.

“Progres pembangunan rusun ini termasuk cepat agar para santri yang menuntut ilmu lebih nyaman belajarnya dan dengan adanya pembangunan rusun ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi. Total anggaran pembangunan rusun Rp. 2,5 miliar dan rencananya rampung Desember 2021,” ujar Kiagoos kepada awak media dalam kegiatan Presstour Forwapu, Selasa (12/10/2021).

BACA JUGA: Kementerian PUPR Bangun 292 Unit Huntap Di NTT Dan NTB

Berdasarkan data yang dimiliki Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II, spesifikasi bangunan Rusun Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2 ini tipe Barak, 2 Lantai super mini, Jumlah Unit Hunian 4 Barak dan dapat menampung sebanyak 56 Santri.

“Rusun Ponpes ini juga kami lengkapi dengan meubelair di setiap hunian berupa tempat tidur susun dan lemari agar Para santri tinggal membawa pakaian dan belajar agama dengan semangat,” kata Kiagoos.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Kiagoos Egie Ismail (Sigit Nugroho/FIN)
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Kiagoos Egie Ismail (Sigit Nugroho/FIN)

Sementara itu, Pengurus pondok pesantren Hidayatul Uluum 2, Haji Nanang Kosim, mengapresiasi bantuan yang diberikan Kementerian PUPR melalui DItjen Perumahan. Menurutnya, dengan adanya bantuan rusun Pondok Pesantren ini, para santri diharapkan bisa lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu. Sebab selama ini dengan kondisi asrama santri yang kapasitasnya terbatas, para santri terpaksa harus tidur berdesakan dan kurang layak.

BACA JUGA: Harga Telur Lebih Murah dari Kerupuk, Ini Penjelasan Wamentan Harvick

“Saya selaku pengurus Pondok Pesanteren Hidayatul Uluum mengucapkan terima kasih kepada pihak PUPR sudah membangunkan Rusun, dengan adanya Rusun ini kami sangat terbantu, jadi para santri juga dapat belajar dan beristirahat dengan nyaman,” tuturnya.

 

Permohonan Secara Online Dengan Aplikasi SIBARU

 

Dalam kesempatan yang sama, Kiagoos menjelaskan bahwa permohonan pembangunan Rusun Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2 tersebut secara keseluruhan dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU). Seluruh proses dan persyaratan administrasi disampaikan oleh pemohon kepada Kementerian PUPR melalui aplikasi tersebut. Sehingga, sejak awal hingga akhirnya disetujui untuk diberikan bantuan pembangunan, seluruhnya dilakukan tanpa proses tatap muka.

Progres pembangunan Rusun Ponpes Hidayatul Uluum 2 Tasikmalaya (Sigit Nugroho/FIN)
Progres pembangunan Rusun Ponpes Hidayatul Uluum 2 Tasikmalaya (Sigit Nugroho/FIN)

“Untuk pembangunan Rusun ini ada beberapa prosedurnya, salah satunya pertama adalah status lahannya, karena lahan paling penting karena jangan sampai nanti ketika kita bangun ini, ternyata lahannya digugat karena milik orang lain. Selain itu kesesuaian tata ruang juga diperhatikan, jangan sampai ruang hijau kita rusak,” jelasnya.

“Memang untuk membangun sebuah Rusun Ponpes ini memang ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui, diantaranya mungkin pihak ponpes dalam hal ini berkoordinasi dengan pemda setempat dan pemda setempat kemudian memasukkan usulan tersebut kedalam aplikasi SIBARU dan otomstis aplikasi SIBARU ini juga terinfokan di pusat,” sambungnya lagi.

BACA JUGA: PUPR Targetkan 25 Ribu Rumah Subsidi Dapat Bantuan PSU

Kiagoos melanjutkan, didalam aplikasi SIBARU tersebut, pemohon memasukkan persyaratan dan dokumen-dokumen penunjang seperti proposal, copy sertifikat lahan, serta copy dari akta pendirian yayasan Pondok Pesantren.

“Untuk nilai (investasi pembangunan), yang namanya Rusun Ponpes ini kemarin turunnya tidak sekaligus, sedikit-sedikit. Kebetulan dalam satu paket ini ada 3 Ponpes, yaitu disini Hidayatul Uluum 2, Manahijul Huda dan di Kabupaten Bandung Barat, dengan total nilai paket Rp7,5 miliar untuk 3 Rusun Ponpes,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, menyatakan, pembangunan Rusun juga diperuntukkan bagi para milenial seperti para santri agar bisa lebih bersemangat dalam menuntut ilmu agama. Selain itu, pemerintah juga tidak hanya membangun Rusun untuk para santri di Ponpes, tapi juga di Seminari-seminari sehingga hasil pembangunam dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan.

“Kami harap para santri yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren bisa belajar tinggal di hunian vertikal. Fasilitas yang disediakan Kementerian PUPR di Rusun Pondok Pesantren kini juga sangat baik sehingga para santri nyaman tinggal di Rusun tersebut,” tegas Khalawi. (git/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-