-advertisement-
-advertisement-
HomePendidikanSantri Diminta Melek Teknologi

Santri Diminta Melek Teknologi

JAKARTA – Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid meminta, para santri lebih melek digital di tengah perkembangan teknologi informasi seperti saat ini. Tujuannya, santri diharapkan tak sekadar hafal dalil, namun juga menguasai sains dan teknologi.

“Tantangan hari ini, santri harus melek digital, menguasai sains dan teknologi,” kata Jazilul Fawaid dalam keterangannya, Senin (11/10/2021).

“Kalau soal dalil mungkin cukup hafal. Dalil-dalil agama lengkap tetapi sains dan teknologi ini masih belum. Oleh sebab itu, di pesantren jangan ada dikotomi antara agama dan pelajaran umum,” sambungnya.

Jazil mengaku senang karena BEM Pesantren kini meluncurkan pesantren digital. Artinya, kalangan santri saat ini sudah selangkah lebih maju daripada orang-orang dahulu yang berjuang dengan menggunakan bambu runcing.

“Sekarang anak-anak kita berjuang cukup dengan jempol dan jari. Hari ini, setelah pandemi, dunia ini tidak mampu lepas dari apa yang disebut dengan dunia digital. Semua pedagang digital, belajar digital, ini tadi di Indramayu pemerintahan juga menggunakan digital,” tuturnya.

Kepada para kalangan santri, Jazil juga berpesan agar tidak takut, ragu, dan minder dalam menghadapi persaingan global. Menurutnya,  diluncurkannya pesantren digital, harus muncul kepercayaan diri santri untuk berkiprah di dunia mana pun, baik di bidang politik, wirausaha, pertanian, pariwisata, maupun bidang-bidang lainnya.

“Di semua sektor, santri harus ada di situ, bukan hanya di madrasah dan pesantren-pesantren. Kalau di politik, K.H. Ma’ruf Amin, kepalanya santri, menjadi wakil presiden. Akan tetapi, kalau di kalangan usaha, minim sekali kader-kader santri yang menjadi pengusaha besar,” pungkasnya. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-