News

Negara Islam Indonesia, Waspadai Sinyal Kebangkitan DI/TII

Negara Islam Indonesia, Waspadai Sinyal Kebangkitan DI/TII

GARUT - Pembaiatan puluhan warga Sukamentri, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinilai sebagai sinyal kebangkitan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Karenanya pemerintah akan memonitor puluhan anak dan remaja yang telah dibait tersebut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Wahyudijaya mengatakan warga yang dibaiat NII meneruskan ajaran Bakar Misbah. Tokoh ini merupakan petinggi DI/TII di Garut kala pendiri NII, Kartosuwiryo masih menjadi peimpinan. "Kami sisir. Pelaku dan pemberi doktrin sudah kami pantau dan afiliasinya ke mana. Mereka bergabung dengan aliran NII Bakar Misbah yang fokus pada tatanan pemerintahan Islam," ujarnya dalam keterangannya Jumat (8/10). Dikatanya kelompok NII yang membaiat itu mengincar anak-anak dan remaja. Terutama kalangan-kalangan yang rentan dan mudah menerima doktrin tertentu. Awalnya mereka mengincar anak-anak dan remaja lewat pengajian. Setelah itu didoktrin. "Sasarannya memang anak-anak yang labil, yang sedang mencari jati diri. Barangkali ini ada doktrin yang seolah-olah menyejukkan. Sehingga terkesan keyakinan mereka benar," ujarnya. Ditegaskannya, sejauh ini, pihaknya bersama aparat Desa Sukamentri dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan sudah mendata warga telah dibaiat. Ada 59 orang yang dibaiat setia kepada NII. "Kami bakal mendekati mereka dan memberikan pemahaman. Kami akan ajak mereka kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.(gw)

Berita Terkait