-advertisement-
-advertisement-
HomeEkonomiKadin: RI Bakal Kekurangan 9 Juta Pekerja TIK pada 2030

Kadin: RI Bakal Kekurangan 9 Juta Pekerja TIK pada 2030

JAKARTA – Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyebut, pada 2030 mendatang Indonesia bakal kekurangan 9 juta pekerja terampil di bidang sektor Informasi Teknologi dan Komunikasi (TIK). Mengingat masifnya digitalisasi yang tak terhindarkan.

“Kita punya kekurangan pekerja khususnya dalam bidang IT atau ICT karena dengan digitalisasi yang ada di Indonesia ini menjadi tantangan produktivitas yang ada,” kata Arsjad, Kamis, (7/10/2021).

Selain itu, kata Arsjad, tantangan juga berasal dari sisi implementasi industri 4.0 yang masih rendah. Menurutnya, saat ini baru 21 persen manufaktur RI yang menggunakan teknologi 4.0 dalam skala besar.

“Angka tersebut jauh ketinggalan dari negara-negara lainnya yang sudah berada di level 50 persen seperti China 56 persen, Amerika Serikat 53 persen, dan Singapura 50 persen,” ujarnya.

Belum lagi, Arsjad menambahkan, tantangan juga berasal dari efisiensi logistik. Saat ini, biaya ekspor RI masih rendah di peringkat 136 dunia dan nomor 46 soal infrastruktur logistik.

“Dari sisi akses keuangan pun demikian, UMKM Indonesia yang mempekerjakan 97 persen tenaga kerja Indonesia masih terkendala akses pendanaan. Padahal, akses keuangan krusial dalam meningkatkan produktivitas UMKM,” pungkasnya. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-