Bakal Merger Dengan Tri, Saham ISAT Malah Melemah
JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) telah mengumumkan rencana merger pada 16 September 2021. Namun demikian sejak saat itu hingga hari ini, harga saham ISAT justru mengalami pelemahan.
Mengutip data RT, harga saham ISAT pada 16 September 2021 ditutup pada level 7.125, kini melemah ke level 6.375 atau mengalami pelemahan sebesar -10,18 persen dibanding 16 September lalu.
[caption id="attachment_563433" align="alignnone" width="676"]
Trend pergerakan saham ISAT (TradingView)[/caption]
Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan penurunan harga saham ISAT karena Tri yang nantinya akan diajak merger, kinerjanya pada kuartal I mencatat kerugian. Sedangkan ISAT berhasil tumbuh.
"Nah di sini lebih ke wait and see dulu ditambah pelaku pasar yang sudah beli di harga bawah memanfaatkan taking profit di saat berita positif itu keluar," kata Sukarno di Jakarta, Rabu (6/10/2021).
BACA JUGA: RI, Filipina dan Singapura Siap Tinggalkan Dolar
Sebagaimana diketahui, Indosat Ooredoo dan Tri resmi menggabungkan bisnis mereka atau merger. Ooredoo Q.P.S.C. (Ooredoo) dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) mengumumkan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, yaitu PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I).
Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Kamis (16/9/2021), perusahaan gabungan itu diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Aziz Aluthman Fakhroo, Managing Director of Ooredoo Group mengatakan, merger ini merupakan suatu langkah besar untuk mencapai visi menciptakan nilai yang luar biasa untuk para pelanggan dan pemegang saham lewat penggabungan dua perusahaan telekomunikasi untuk melahirkan perusahaan yang lebih kuat.
"Dengan adanya kesepakatan ini, kami sekarang bisa fokus untuk menyelesaikan transaksi dan bekerja sama dengan CK Hutchison untuk menggabungkan keahlian dari masing-masing grup telekomunikasi global untuk membangun perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia di Indonesia," ungkap Aziz dalam keterbukaan informasi BEI. (git/fin)