News

Audit Equipment Untuk Cegah Kebakaran Kilang Pertamina Balongan Terulang

  JAKARTA - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Refining & Petrochemical Pertamina menyatakan bahwa penyebab kebakaran tangki BBM di kilang Pertamina Balongan beberapa waktu lalu adalah petir. Penjelasan tersebut begitu meyakinkan karena didukung data dari alat deteksi petir Lightning Detection System (LDS), milik Puslitbang PLN dan dukungan data dari literatur dan studi LAPI ITB yang menyebutkan bahwa petir dapat merambat dalam radius 10 mil atau 16 km, bahkan BMKG  merevisi laporannya dan menyebutkan sepanjang pukul 23:00 hingga 01:00 WIB, terdapat awan Cumulus yang membentuk awan hujan konvektif serta terjadi sambaran petir dalam radius 17 km dari area Kilang Balongan. Namun demikian, Pengamat Energi yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI periode 2017-2019, Inas N Zubir justru meragukan hal itu. Menurut Inas, keyakinan itu kemudian dibuat goyah, karena dalam penjelasan berikutnya muncul fakta bahwa ditemukan kebocoran di sisi dinding atas tangki BBM tersebut ketika sedang dilaksanakan proses batching produk Pertalite (RON 90) yang diblending dengan naphtha, dimana kemudian proses ini dihentikan lalu dilakukanlah transfer minyak dari tangki BBM yang bocor ke tangki lain-nya, dan kemudian kebocoran tersebut tersambar petir. "Tangki BBM atau tangki minyak, sangat mungkin tersambar petir, seperti hal-nya juga pesawat terbang yang bisa tersambar petir, tapi persoalannya adalah kesiapan teknologi dan peralatan untuk mengatasi resiko tersambar petir tersebut harus optimal karena menyangkut keselamatan manusia dan aset perusahaan," demikian disampaikan Inas kepada awak media, Rabu (6/10/2021). Inas mengungkap, dalam 5 dasawarsa kecelakaan tangki minyak tersambar petir, ada kurang lebih 50 kejadian dari jutaan tangki minyak di dunia. Ini berarti sebagian besar tangki minyak yang ada di dunia sudah dilengkapi dengan teknologi penangkal petir yang sangat mumpuni sehingga mampu lolos dari sambaran petir. BACA JUGA: Penyebab Kilang Balongan Terbakar Ternyata Tersambar Geledek "Lalu bagaimana dengan teknologi penangkal petir untuk mengamankan tangki-tangki minyak di kilang Balongan? Ternyata setelah terjadinya kebakaran di tangki BBM kilang Balongan maka kemudian Pertamina baru akan menyiapkan mitigasi agar kejadian sambaran petir yang menyebabkan tangki penampungan bahan bakar minyak (BBM) di Kilang RU VI Balongan terbakar tidak terulang kembali, dimana rencana-nya akan dipasang 124 alat lightning protection system (LPS)," ungkap Inas. "Jika 124 LPS ini baru akan dipasang, lalu kita bertanya-tanya tentang teknologi peralatan penangkal petir yang existing! Apakah cukup handal? Jika Pertamina meyakini bahwa teknologi penangkal petir kilang Balongan cukup handal, tentunya harus berdasarkan equipment/asset auditing atau semacam-nya bukan? Nah! apakah ada?," tegas Inas. Menurutnya, publik patut bertanya-tanya, apakah ketika spin off kilang Balongan ke PT. Kilang Pertamina Internasional sudah dilakukan equipment auditing atau semacam-nya oleh manajemen yang baru. Sebab hal ini penting agar manajemen baru memahami kondisi peralatan kerja yang menjadi tulang punggung perusahaan, dimana salah satu manfaat-nya adalah dapat mengidentifikasi dan memitigasi penyebab terjadinya suatu kecelakaan. "Kebakaran tangki BBM kilang Balongan dan kebakaran di kilang Balikpapan adalah pengalaman yang sangat berharga untuk Pertamina dan apabila Pertamina belum memiliki program equipment auditing terhadap tangki-tangki minyak-nya, maka tidak salah jika memulai-nya dari sekarang," pungkasnya. (git/fin)

Berita Terkait