News . 04/10/2021, 10:05 WIB
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi melemah di awal pekan, Senin (4/10/2021). Sentimen tapering The Federal Reserve (The Fed) AS serta kenaikan harga energi dan kasus covid-19 global yang masih tinggi, menjadi penahan laju rupiah. Mengutip data Bloomberg, pukul 09.11 WIB, kurs rupiah tengah diperdagangkan pada level Rp14.305 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 2 poin atau 0,02 persen apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Jumat sore kemarin (1/10/2021) di level Rp14.307 per dolar AS. Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan kurs rupiah mungkin masih berkonsolidasi di area Rp14.300 an per dolar AS hari ini. "Sentimen tapering ditambah dengan sentimen kenaikan harga energi dan kasus covid-19 global yang masih meninggi yang bisa melambatkan pertumbuhan ekonomi global masih menjadi penekan rupiah," kata Ariston dalam keterangan tertulis, Senin pagi. BACA JUGA: Harga Emas Melejit Ke Level Tertinggi Dua Pekan, Ini Penyebabnya Pelaku pasar masih mewaspadai kebijakan tapering yang mungkin akan diberlakukan di bulan November atau Desember. Tapering ini menandai dimulainya kebijakan pengetatan moneter. "Tapering diperkirakan diakhiri di pertengahan 2022 yang kemungkinan besar akan diikuti dengan kenaikan suku bunga beberapa bulan berikutnya yang artinya bisa lebih cepat dari perkiraan sebelumnya," ujar Ariston. Kenaikan harga energi telah menekan pertumbuhan manufaktur China pada bulan terakhir dan juga mengganggu perekonomian di sejumlah negara Eropa. Ini bisa menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko. "Hari ini, nilai tukar rupiah berpotensi bergerak melemah ke kisaran Rp14.330 -Rp14.350 per dolar AS, sementara level support di kisaran Rp14.290 per dolar AS," pungkas Ariston. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id