Demokrat: Hanya karena Jenderal Merasa Memiliki Kuasa untuk Membodohi Publik
JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memandang, ulah KSP Moeldoko yang berkoalisi dengan Yusril, bukan hanya terhadap kader Partai Demokrat. Tetapi juga kepada Rakyat Indonesia. Menurutnya, akhir-akhir ini sudah sangat keterlaluan. Yakni melakukan siasat demi siasat jahat, menggunakan proxy para mantan kader Partai Demokrat, Untuk mencapai ambisi kekuasaannya, dengan melakukan upaya-upaya pembodohan publik. "Hanya karena Jenderal, lalu merasa memiliki kuasa untuk membodohi publik. Hanya karena Profesor Hukum, lalu merasa memiliki kuasa untuk membodohi publik," kata Herzaky dikutip Senin (4/10). Herzaky menegaskan, rakyat Indonesia tidak bodoh. Kader Demokrat Tidak Bodoh. "Kami Semua Tidak Bodoh," tegasnya. Ia mengaku, pihaknya perlu melakukan perlawanan. Terhadap mereka yang menggunakan pangkat, jabatan, dan gelar akademiknya untuk membodohi publik. "Untuk itu, atas nama para Pengurus DPP Partai Demokrat. Hanya ada satu kepengurusan Partai Demokrat, yang sah dan diakui Pemerintah. Tidak ada dualisme," terangnya. (khf/fin)