-advertisement-
-advertisement-
HomeHeadlineWeleh! PKS Sarankan Kadernya Poligami dengan Janda, Alasannya Diatur dalam Agama dan...

Weleh! PKS Sarankan Kadernya Poligami dengan Janda, Alasannya Diatur dalam Agama dan Dilakukan Rasulullah

JAKARTA – Partai politik membuat program kerja adalah sesuatu yang wajar. Termasuk yang dilakukan PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Parpol ini punya program yang diberi nama solidaritas tiga pihak. Kader PKS yang mampu, disarankan berpoligami dengan janda.

Aturan tersebut tercantum dalam program Unit Pembinaan Anggota (UPA) PKS di poin 8. Bunyi poin tersebut adalah: anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih dari satu, mengutamakan pilihannya kepada aromil dan awanis.

Program tersebut dianjurkan kepada kader yang mampu secara moril dan materiil. Tujuannya demi memuliakan anak yatim. Ketua Dewan Syariah Pusat PKS, Surahman Hidayat membenarkan aturan tersebut. Versi PKS, poligami sudah diatur dalam agama dan dilakukan oleh Rasulullah SAW.

“Karena kebolehan ini supaya maslahat. Intinya kan samawa, (Sakinah Mawaddah Warahmah, Red). Supaya di situ kerangkanya, perlu etika dan perlu diatur. Karena itu, kita bikin etikanya. Di antaranya bagi yang punya kemampuan membantu fakir miskin, membantu anak yatim, dan seterusnya,” jelas Suharman, kepada wartawan, Rabu (29/9).

Menurutnya, PKS tidak melarang kadernya berpoligami. Namun harus menyesuaikan aturan yang telah dibuat tersebut. “Melaksanakan agama dalam masalah keluarga. Yaitu mewujudkan visi sakinah mawaddah warahmah. Salah satunya sarana ke situ (Poligami, Red). Ini tidak bisa dinafikan. Karena juga ada di dalam Al-quran. Jadi mereka yang memang ada kemampuan, ada hasrat, makanya persyaratan tersebut sangat ketat. Mampu secara moril dan materiil. Demi memuliakan anak yatim,” paparnya.

Dia menambahkan aturan tersebut juga sudah disepakati oleh Presiden PKS hingga pimpinan partai. Bahkan, aturan itu juga sudah melalui kajian mendalam.

“Ini sudah disepakati. Saya sebagai ketua, sudah tanda tangan. Ibu-ibu sudah melakukan kajian. Sudah koordinasi dengan Presiden PKS. Ada sejumlah masukan-masukan. Pada Minggu lalu, baru bismillah saya tanda tangan tangan,” tuturnya.

Dalam melakukan kajian itu, PKS juga telah membentuk komisi keluarga sakinah. Dikatakan, mayoritas anggota dalam komisi tersebut adalah perempuan. Selain itu, program ini juga telah disosialisasi ke seluruh kader di daerah.

“Program ini dibuat tim yang disebut komisi keluarga sakinah. Anggota di komisi itu mayoritas perempuan. Mereka yang menggelar konsinyering, mereka berdiskusi dan juga berkomunikasi,” tutupnya. (rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-