News

Murid PAUD Sedih Lihat Sekolahnya Disegel Pemilik Tanah

Murid PAUD Sedih Lihat Sekolahnya Disegel Pemilik Tanah

JAKARTA - Beredar video siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pasrah dan sedih melihat sekolahnya disegel ahli waris pemilik tanah. Orang tua siswa pun hanya pasrah melihat kejadian tersebut.

Rupanya sekolah yang ada dalam video tersebut adalah PAUD Tunas Harapan di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten.

Dalam video yang berdurasi 2.51 menit itu saat PAUD disegel seorang perempuan dengan menggunakan bahasa Jawa Serang mengatakan, jika sekolahnya ingin dibuka pihak PAUD harus membayar terlebih dahulu.

"Kalau ibu-ibu (anaknya) pengen sekolah di sini bikin surat perjanjian kalau anak-anaknya tidak bayar, nanti saya buka langsung oleh saya," ujar perempuan dalam video, Minggu 26 September 2021 dikutip bantenraya.com.

Perempuan tersebut juga mempersilakan bangunan yang disegelnya digunakan jika pihak sekolah telah membayar sewanya.

"Bikin perjanjian kalau PAUD ini tidak bayar. Jangan salah paham dikiranya anak-anak enggak boleh sekolah, enggak," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugraha mengaku, telah mengkonfirmasi terkait permasalahan penyegelan tersebut kepada pihak kecamatan.

Dari pihak Bidang PAUD Dindikbud Kabupaten Serang pun telah turun ke lapangan.

"Jadi itu PAUD dikelola oleh perorangan dan bukan yayasan yang proses belajarnya menggunakan bekas sekolah madrasah karena sekolah madrasahnya sudah pindah," kata Asep.

Ia menjelaskan, bangunan yang saat ini digunakan PAUD tersebut berdiri di hamparan lahan desa.

"Jadi informasinya dulu ada transkasi antara pemilik lahan dengan pihak desa dan saksi-saksinya juga ada. Proses transaksinya juga pakai seekor kerbau," ungkapnya.

Namun saat ini lahan tersebut diklaim oleh oknum yang mengaku sebagai ahli waris sehingga mereka melakukan penyegelan.

"Kalau dia bilang belum bayar mungkin di marasa bahwa PAUD tersebut menyewa. Kantor desanya juga pernah disegel sama oknum tersebut," tuturnya.

Agar anak-anak tetap bisa belajar, Asep mengatakan, pihaknya telah memerintahkan pihak PAUD untuk mencari tempat sementara yang bisa digunakan untuk belajar.

"Walaupun PAUD-nya di luar pemerintahan anak-anak harus tetap memperoleh pembelajaran," ujarnya.(gw/fin)

Berita Terkait