News

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Properti

JAKARTA - Industri properti di Indonesia menjadi salah satu industri yang semakin berkembang dengan potensi menjanjikan. Sektor properti menjadi bisnis strategis dalam perekonomian, sehingga mendatangkan banyak peluang bagi sektor lain untuk berkembang. Dengan kontribusi yang signifikan terhadap sektor-sektor lain, sektor properti punya peluang besar mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi. 

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo mengatakan, “Selain potensi yang besar, sektor perumahan itu juga mendorong sektor-sektor ekonomi yang lain. Sektor perumahan ini bukan hanya padat karya, jadi selain membutuhkan banyak pekerja tapi juga padat modal,” kata Haru Koesmahargyo pada acara CEO Talk - Establishing Property Business Ecosystem to Enhance Mortgage Experience yang berlangsung secara virtual, Jumat (24/9). 

“Nah the beauty of housing industry itu adalah produk lokal ya. Kita lihat bahan pasirnya, bahan bakunya, semen-nya itu 90% menggunakan produk lokal. Jadi mendorong sektor-sektor lain,” lanjutnya. 

Industri properti memiliki potensi yang besar di masa mendatang. Sehingga Bank BTN terus melakukan inovasi bisnis, seperti mengeluarkan BTN House Price Index sebagai salah satu alternatif indeks harga rumah di Indonesia. BTN House Price Index ini dapat digunakan sebagai sinyalemen pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Dalam kesempatan itu, Haru Koesmahargyo juga memaparkan tren terkini soal minat masyarakat terhadap perumahan. Tren tersebut yaitu ketertarikan pada hunian kecil, yang dipengaruhi oleh adanya peningkatan urbanisasi. Secara industri, sektor properti di Indonesia juga ditandai pembangunan masif hunian di area pembangunan infrastruktur dan kemudahan kepemilikan bagi warga asing di Indonesia. 

Dengan tren tersebut, lanjut Dirut Bank BTN itu, akan mendorong peningkatan permintaan pasar. “Tidak dipungkiri bahwa tren properti ini akan mewakilkan permintaan pasar di beberapa tahun mendatang, tidak terkecuali bagi generasi milenial,” ujar Haru Koesmahargyo.

Dorong Milenial untuk Punya Rumah

Berdasarkan survei Kementerian PUPR tahun 2019, terdapat 31% populasi generasi milenial di Indonesia diperkirakan belum memiliki rumah. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama kalangan milenial dalam memilih rumah, yaitu terkait kecocokan jenis hunian dan masalah finansial. Data dari Perum Perumnas mengatakan bahwa kemampuan generasi milenial untuk membeli hunian di kisaran Rp 200 juta-Rp 400 juta. 

Sejalan dengan fakta tersebut, Haru mengajak nasabah untuk tidak menunda memiliki rumah. Dia menjelaskan, “Biasanya kan suku bunga tinggi, harga properti rendah atau bisa suku bunga rendah tapi harga properti tinggi. Hari ini, suku bunga dan harga properti sama-sama rendah. Jadi pesan saya, jangan tunda punya rumah”. 

Direktur Utama BTN itu juga berpesan kepada generasi milenial untuk memahami esensi kebutuhan sebuah rumah. Haru menjelaskan, “Mungkin kalau milenial karena sudah born with it, semuanya sudah ada, jadi ya buat apa mikir ini itu gitu ya. Tapi perlu dipahami esensi sebuah rumah. To build a civilization of a nation, itu starts from home”. 

Dalam ekosistem perumahan, Bank BTN memiliki peran strategis yaitu sebagai enabler yang memberikan pembiayaan. Posisi Bank BTN mendukung sisi penyediaan (supply) melalui kredit konstruksi kepada developer, maupun pada sisi permintaan (demand) dengan memberikan KPR kepada masyarakat. 

Hingga saat ini, Bank BTN mencatat realisasi KPR Milenial periode Januari 2021-Agustus 2021 yaitu sebesar Rp 3,737 miliar. Angka ini meningkat sebesar 67% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.  Sementara secara keseluruhan, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 4,9 juta unit rumah.

Ke depan, Bank BTN mematok target pembiayaan untuk 1 juta unit rumah dalam 5 tahun atau hingga 2025. “Kita mencanangkan 5 tahun sampai 2025 akan membiayai 1 juta unit rumah. Ya rata-rata 200 ribu unit rumah per tahunnya”. Tidak hanya penyaluran KPR rumah, Haru juga menjelaskan Bank BTN sedang bertransformasi mengembangkan platform digital untuk perumahan. 

“Kita tetap (fokus di) perumahan. Cuma perumahan yang luas. Tidak hanya KPR ya, ada construction gitu ya. Nah yang ketiga ini yang akan dikembangkan termasuk bagaimana memberikan layanan keuangan digital terhadap semua participants di dalam ekosistem tersebut. Tentu dengan platform serba digital,” pungkas Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo. (lan/rls/fin)

Berita Terkait