News

Pembangunan Infrastruktur Gas Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Pembangunan Infrastruktur Gas Harus Jadi Perhatian Pemerintah

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur gas di hilir harus menjadi perhatian pemerintah, sebab dalam beberapa tahun kedepan, seiring adanya transisi energi kebutuhan terhadap gas bumi akan semakin meningkat. Padahal, sebagian besar sumber gas bumi Indonesia berada di Indonesia Timur, sedangkan demand nya atau permintaannya sebagian besar berada di Indonesia Barat.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, proyek Masela akan on stream di 2027, dimana ini akan berbarengan dengan proyek-proyek yang lain. Hal itu membutuhkan dukungan dari sisi infrastruktur agar gas yang dihasilkan nanti bisa terserap secara optimal.

"Dengan banyaknya proyek yang on stream, saya kira akan ada penurunan harga dan ini menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi proyek IDD yang memang sekarang sedang dalam proses, dan ini menjadi tantangan juga, bagaimana agar ini kedepan bisa dioptimalisasikan," ujar Mamit dalam diskusi virtual, Rabu (22/9/2021).

BACA JUGA: Serapan Gas Bumi Domestik Belum Maksimal, SKK Migas Buat Terobosan

"Ini saya kira menjadi proyek yang harus kita perhatikan, jangan sampai nanti teman-teman di hulu sudah bekerja keras untuk mencari (sumber daya) dan meningkatkan (produksi), tapi ternyata pasarnya tidak ada. Saya kira ini adalah salah satu upaya bentuk ketahanan energi kita," sambung Mamit.

Selain itu, dari sisi harga juga patut menjadi perhatian. Disebut Mamit bahwa kebijakan mengenai harga gas bumi saat ini sudah relatif baik. Menurutnya kebijakan harga akan sangat mempengaruhi jumlah serapan dari gas bumi itu sendiri.

"Pemerintah sudah membuat berbagai macam aturan dan membuat harga ini menjadi lebih murah. Saya melihat dengan adanya kepmen-kepmen tersebut, adalah bukti bahwa pemerintah hadir agar gas ini terserap dengan baik," tuturnya.

BACA JUGA: The Fed Sebut Tapering Lebih Cepat, Harga Emas Tertekan

Namun demikian, Mamit mewanti-wanti agar meskipun harga gas diatur sedemikian murah, namun hal itu tidak mempengaruhi kemampuan dalam membangun infrastruktur.

"Dan pertanyaannya adalah apakah ini akan mengganggu pembangunan infrastruktur?, jadi sudah dijelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dengan optimal dan tetap menjalankan penugasannya, saya kira antara penugasan yang dilakukan oleh pemerintah juga harga yang ditetapkan oleh pemerintah ini tetap berjalan dengan pembangunan infrastruktur. Tapi ini memang masih menjadi PR agar infrastruktur benar-benar dilakukan sehingga nanti bisa dioptimalisasi dengan potensi gas yang kita miliki," pungkasnya. (git/fin)

Berita Terkait