23, October, 2021

Ada Kasus Positif Baru, Satgas Minta PTM Ditutup

JAKARTA – Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) per 23 September 2021, dari 47.033 sekolah yang disurvei, hanya 2,77 persen sekolah yang menimbulkan kluster kasus selama pembelajaran tatap muka dilakukan. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah ditutup jika ditemukan kasus positif baru.

“Jika ada kasus positif, segera lakukan penutupan sekolah untuk dilakukan desinfeksi, pelacakan, dan pemeriksaan kontak erat. Saya meminta kepada satuan pendidikan agar dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara hati-hati. Selalu mengutamakan kesehatan dan peserta didik dari penularan COVID-19,” ujar Wiku di Jakarta, Kamis (23/9).

Menurutnya, berbagai kasus positif COVID-19 yang terjadi pada peserta didik di berbagai daerah harus dijadikan pelajaran penting bagi daerah lainnya. Sehingga kasus serupa tidak terulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman.

Selain itu, perhatikan juga peluang penularan di luar rumah, perjalanan dan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. “Pastikan siswa dan tenaga pengajar secara disiplin mematuhi protokol kesehatan,” imbuh Wiku.

Ia mengingatkan, sekecil apapun angka kasus yang ada jika tidak ditindaklanjuti. Baik dengan tracing maupun treatment yang tepat. Tujuannya untuk menekan meluasnya penularan.

“Saat ini dashboard perkembangan kasus di lingkungan sekolah per wilayah dapat diakses di sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar. Dengan fitur ini pemerintah daerah dan masyarakat dapat ikut memonitor angka kasus dan kejadian kluster secara aktual,” paparnya. (rh/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer