Wapres: Ekspor Bahan Makanan Halal RI Tembus Rp483 Triliun
×
JAKARTA - Pemerintah mencatat, ekspor bahan makanan halal Indonesia mencapai USD34 miliar atau setara Rp483 triliun pada 2020. Angka itu meningkat dari tahun sebelumnya yakni USD30 miliar pada 2019.
"Secara persentase, jumlahnya setara 17 persen dari total ekspor bahan makanan halal global yang mencapai USD200 miliar," kata Wakil Presiden, Ma'ruf di acara Sharia Summit 2021, Rabu (22/9/2021).
Menurut Ma'ruf, realisasi nilai ekspor bahan makanan halal tanah air cukup tinggi karena didukung permintaan dari pasar global. Bahkan, permintaan disebutnya tetap baik meski di tengah pandemi covid-19.
"Permintaan ekspor bahan makanan halal utamanya berasal dari produk pertanian dan makanan halal jadi. Bahkan, sumbangan ekspor bahan makanan halal ini berkontribusi 24 persen dari total aktivitas usaha nasional," ujarnya.
Ma'ruf menilai, produk halal Indonesia sejatinya punya potensi pasar yang besar. Untuk itu, perlu ada berbagai dukungan kebijakan pada sektor halal ke depan.
Pemerintah, sambungnya, sudah memetakan beberapa kebijakan, misalnya kebijakan sertifikasi halal gratis kepada UMKM. Lalu, membangun kawasan industri halal (KIH) di tiga lokasi, yaitu Bintan, Banten, dan Jawa Timur.
"Selain itu, tengah dipersiapkan pengembangan dua KIH di Nusa Tenggara Barat," imbuhnya.
Di sisi lain, lanjut Ma'ruf, ada pula instrumen pendanaan alternatif bagi UMKM berupa security crowdfunding (SCF).
"Pemerintah juga telah meleburkan tiga bank syariah BUMN menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk alias BSI yang bertujuan memperluas pembiayaan syariah ke masyarakat dan pelaku usaha," pungkasnya.