Pelonggaran PPKM Bakal Jadi Sentimen Positif Rupiah Hari Ini
JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi masih melanjutkan penguatan tipis terhadap dolar AS. Pelonggaran kebijakan PPKM di Indonesia akibat penurunan kasus positif Covid-19, masih jadi sentimen positif.
Mengutip data Bloomberg, Rabu (21/9/2021) pukul 09.17 WIB, kurs rupiah diperdagangkan pada level Rp14.242 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan 5 poin atau 0,04% dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Selasa sore kemarin (21/9) di level Rp14.237 per dolar AS.
Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan kurs rupiah mungkin bisa menguat lagi hari ini mengikuti penguatan nilai tukar regional dan utama terhadap dolar AS pagi ini.
"Situasi pasar masih seperti kemarin. Sentimen masih sama. Pasar masih mewaspadai soal krisis utang perusahaan properti raksasa China Evergrande dan hasil meeting the Fed yang akan dirilis dinihari nanti. Sentimen ini bisa menahan penguatan rupiah," kata Ariston dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (22/9/2021).
BACA JUGA: Kepanikan Evergrande Berkurang dan Covid-19 Mereda, IHSG Diperkirakan Rebound
China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di China berdasarkan penjualan, terancam gagal bayar utang hingga USD300 miliar. Jika bangkrut, dampaknya akan sangat besar terhadap sistem keuangan China.
"Sementara dari dalam negeri, PPKM yang lebih longgar yang mendukung pemulihan ekonomi bisa membantu penguatan rupiah," ujar Ariston.
"Hari ini potensi penguatan ke kisaran Rp14.200 per dolar AS dengan potensi pelemahan di kisaran Rp14.260 per dolar AS," tutup Ariston. (git/fin)