Johnson & Johnson Klaim Vaksinnya Dapat Tingkatkan Imun Hingga 94 Persen
JAKARTA - Perusahaan farmasi Amerika Serikat, Johnson & Johnson mengklaim vaksin dosis penguat (booster) produksinya dapat meningkatkan perlindungan hingga 94 persen. Ini jika diberikan dua bulan setelah penyuntikan dosis tunggal.
Ketika dosis booster disuntikkan enam bulan setelah dosis tunggal, tingkat antibodi penerima meningkat sembilan kali lipat sepekan passca penyuntikan tersebut. Antibodi akan terus meningkat hingga 12 kali lipat empat pekan setelah penyuntikan booster.
"Kenaikan antibodi itu diklaim tidak dipengaruhi oleh faktor usia. Vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson memberikan respons imun yang kuat dan memori imun yang berlangsung lama," ujar Kepala penelitian global Johnson & Johnson, Mathai Mammen, Rabu (22/9).
Hal senada juga disampaikan Direktur sains Johnson & Johnson Paul Stoffels. Menurutnya, ketika booster diberikan, kekuatan perlindungan semakin besar. "Perlindungan yang kuat dan tahan lama sangat penting untuk memvaksinasi populasi global saat pandemi COVID-19," imbuh Paul.
Perusahaan ini mengaku telah menyerahkan data kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Selain itu, mereka juga berencana mengajukannya ke WHO dan National Immunization Technical Advisory Group (NITAG).
Seperti diketahui pandemi COVID-19 telah menelan lebih dari 4,7 juta korban jiwa di 192 negara sejak Desember 2019 lalu. Total kasus mencapai 229,2 juta lebih. Sebanyak 5,95 miliar dosis vaksin COVID-19 telah didistribusilkan ke seluruh dunia. (rh/fin)